1. Menghalang-halangi Kebenaran.
Bila Anda membawakan dalil dan hujjah maka orang yang dikuasai hawa nafsu pasti akan menolaknya. Hal inilah yang paling dikhawatirkan Amirul Mu’minin Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata dengan tegas,”Ada dua hal yang paling saya takuti menimpa kalian, yaitu panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu. Panjang angan-angan (duniawi) dapat melupakan akhirat, sedangkan mengikuti hawa nafsu dapat menghalang-halangi kebenaran.” (Az-Zuhdu, Imam Ahmad, hal. 130).

2. Merusak Akal.
Sehingga berbagai ijtihad atau pendapatnya bercacat dan tidak sesuai dengan kaidah ilmiah yang ada.
Ikutilah jalan orang yang melawan hawa nafsunya
Karena ia telah mentaati orang-orang bijak pada setiap muktamar
Sesungguhnya hawa nafsu akan merusak akal sehat
Sedangkan siapa saja yang mengingkari kehendak hawa nafsu, maka ia akan hidup dalam damai, selamat dari marabahaya.

3. Pertengkaran Sesama Saudara dan Perluasan Perbedaan Sudut Pandang Menjadi Perselisihan Hati.
Ustadz Sayyid Quthb meneliti hakikat perselisihan yang terjadi di kalangan orang-orang yang berselisih pendapat, beliau menemukan bahwa,”Penyebab yang membangkitkan pertengkaran bukanlah perbedaan sudut pandang, akan tetapi hawa nafsu yang menjadikan setiap pemilik pendapat memaksakan pendapatnya walaupun ia sudah melihat bahwa pendapat orang lain lebih benar. Ia telah meletakkan keberadaan dirinya (ego) pada salah satu daun timbangan dan kebanaran pada daun timbangan yang lain, itulah awal dari pertengkaran dan pertikaian.” (Fi Zhilalil Qur’an 10/26).

4. Terhentinya Amal dan meninggalkan Jama’ah (persatuan).
Berhenti berjuang dan enggan berpartisipasi dalam segala amal kebaikan yang diserukan oleh para da’i, sehingga ia lupa akan arti kegiatan dan tujuan dakwah.
Tiga hal yang pasti menghancurkan
Hawa nafsu yang akan membawa pada berhentinya perjuangan
Kebakhilan yang selalu diikuti
Dan rasa ujub yang muncul dalam setiap keadaan.

(Kitab Al-‘Awaaiq, Muhammad Ahmad Ar-Rasyid)

Artikel Terkait

WhatsApp chat