All posts by hari

Mentor Pendidikan Pelatihan Integritas Baik dan Kuat

DUA RINDU

Wahai robb, terima kasih engkau telah ciptakan Ramadhan untuk kerinduan kami. Menitahkan puasa agar seluruh rambut, darah, daging, sel tubuh kami merayakan kerinduan. Agar hawa nafsu kami padam panasnya kerena rindu, walau apinya masih ada. Agar akal kami tunduk dalam pembakaran dari keliaran cita cita kepada selainMu. Agar jiwa kami tenang dalam pengaturanMu, Agar hati kami bersih bersih dari segala bentuk noda.

Wahai Robb, terima kasih engkau turunkan kalimatullah kepada kami. Menjadi penunjuk jalan kepada kami. Sehingga kami terbebas dari kalimat selainMU, tidak terkelabui dengan rayuan, citra, alunan, bisikan, hasutan yang menggelincirkan dari jalanMU Continue reading DUA RINDU

TANGISAN IMAM MALIK KETIKA BUKA PUASA

Imam Malik pendiri madzhab Maliki, dalam sebuah riwayat dibulan Ramadhan pada saat berbuka puasa beliau menangis hingga bercucuran air matanya membasahi janggutnya, lalu salah satu muridnya bertanya.

Murid: ”Wahai guruku yg mulia, kenapakah engkau menangis sedemikian sedih serta menyayat hati kami?? Apakah ada di antara kami yang membuat hatimu sedih, atau hidangan ini kurang berkenan??!”

Imam Malik: ”Tidak … tidak wahai murid2ku. Sungguh, kalian adalah murid-murid terbaikku & sangat khidmah padaku, bahkan hidangan ini teramat nikmat buatku.” Continue reading TANGISAN IMAM MALIK KETIKA BUKA PUASA

Kerinduan Ramadhan

Sahabat yang memuliakan kehidupan,

Telah datang Ramadhan. Telah hadir anugerah kebaikan. Dan Dia merindu melihat para pengabdi mempersembahkan kesungguhan hatinya, puasanya, qiyamnya, doa dan munajatnya, tilawahnya dan semesta kebaikan lainnya.

Shaum itu untukKU dan Aku menyempurnakan balasannya. Inilah pernyataan rindu. Dan kerinduan besar para pengabdi kepadaNYA. Maka ia menahan diri dari apapun yang membatalkan kerinduannya. Menahan diri dari hal yang melalaikan ingatan KepadaNYA. Meninggalkan perhatian dunia dan seisinya agar tidak luput akhiratnya. Ia berupaya menahan diri dari syahwatnya. Continue reading Kerinduan Ramadhan

Hadirkan Kiblat

Sahabat, saya seringkali mengajukan pertanyaan dalam kelas PIN Baku, “Apa yang dilakukan setelah berwudhu sebelum niat saat takbiratul ihram ?”.  Lama sekali mendapatkan jawaban yang tepat. Boleh jadi, karena hal ini dilakukan banyak orang secara ‘otomatis’ dilakukan ketika akan shalat. Anda sudah menemukan perkiraan jawabannya. Iya. Hal yang kita lakukan adalah menentukan kiblat.

Menentukan kiblat sebelum memulai aktivitas, menentukan kiblat sebelum melakukan amal. Karena hisab kita didunia karena amal-amal yang dilakukan selama hidup. Berhenti sejenak untuk memastikan bahwa tujuannya benar adalah pintu keselamatan sekaligus prinsip kesuksesan dalam melakukan amal. Pakar pengembangan diri mengatakannnya ‘start from the end’. Dari penelitian, dinyatakan bahwa orang yang berhasil 10 kali lipat dari jumlah responden adalah orang yang menuliskan apa yang menjadi tujuannya. Continue reading Hadirkan Kiblat

BAHAYA SMS

Setiap hari setiap kita mendapat pesan SMS. SMS Short Message Service. Kalau frekuensinya sama dan tepat kepada nomor yang dituju. Ia akan sampai ke penerima. Demikian juga, makhluk bersayap itu setiap hari dalam jumlah tidak terhitung, dengan kecepatan yang tidak terbayangkan, mengirim pesan pesan rezeki. Akibat keputusan-keputusan langit yang mengatur apa-apa yang ada di dunia dan di jagad semesta tanpa ujung dan terus meluas. Apatah lagi sebutir debu bumi dengan 6 Milyar penghuninya. Sempurna. Dijamin dan dibagi-bagi. Di langit ada rezekimu dan pelaksanakan janji janjiNya. Continue reading BAHAYA SMS

MANUSIA ASPAL

Disebut aspal karena ada dalam kedudukan paling bawah. Makanya, pantas kalau diinjak. Akhir dari sisa-sisa proses paling akhir. Dibuang sayang. Aspala safilin. Menyedihkan memang, bila ada manusia yang makin bertambah umurnya makin terdegradasi kemanusiaannya. Terjun bebas. Padahal, asli dirinya ada di puncak masterpiece ciptaan. Berdiri kokoh karena ruhullah. Namun, kenyataannya sebagian gagal menaik bahkan lebih bangga turun menjadi aspal. Continue reading MANUSIA ASPAL

GETAR HARAPAN

Getaran. Gemetar. Bergetar. Itulah respon seseorang dalam menerima sesuatu yang mengalir yang menimpanya. Sesuatu itu dinamakan frekuensi. Handphone kita menerima aliran frekuensi tertentu yang membuatnya menerima dan bergetar.

Tiap orang berbeda-beda dalam menerima aliran getar frekuensi. Bahkan, tiap orang juga menghasilkan getaran. Gabungan antara lintasan hati dan cetusan pikiran yang memunculkan getar harapan. Sehingga, akan merespon aliran getar yang sama dengan getar harapannya. Continue reading GETAR HARAPAN

Teman Dalam Kubur

Baiklah, sekarang fokuskan dirimu, luangkan waktu sebentar saja, kita akan bermain dengan imajinasi. Bayangkanlah hal berikut.
Berapa banyak kenalan dalam daftar kontakmu sekarang ini? 800? 1000? 1500? Saya yakin banyak sekali. Sekarang coba kamu pilah lagi, dari sekian banyak kontak tadi, berapa orang yang kamu anggap temanmu? 400? 500? 600?,
Ok sekarang kecilkan lagi, dari sekian banyak temanmu itu berapa orang yang benar-benar dekat denganmu? 100? 200? Semakin sedikit kan.
Ok, fokus ya. Dari mereka yang dekat tadi, berapa orang yang kamu rasakan bersahabat karib? Hmmm..10? 20? Ini mungkin terlalu banyak. Ok anggaplah 10 orang. Bayangkan baik-baik. Tetap fokus.
Dari sisa 10 orang tadi, berapa orang yang layak kamu anggap seperti saudara kandung yg bisa saling berbagi suka dan duka, rela berkorban jiwa dan raga, sehidup semati? ..erhmm…kamu terlalu lama berfikir. Ok anggaplah ada, 1 atau 2 mungkin masih masuk akal.  Continue reading Teman Dalam Kubur

Sunan Bonang – Menjadi Pribadi yang Menang

​*Menjadi Pribadi yang Menang (Falsafah Hidup Sunan Bonang)*

Sepanjang hidup manusia selalu berada di dalam arena peperangan *“Baratayudha”* _(jihad)_ antara kekuatan _nafsu muthmainnah/_ nafsu yang tenang/ sumber inspirasi ilahi _(Pendawa Lima)_ melawan _nafsu ammarah/_ nafsu yang mengajak pada keburukan, dan _nafsu lawwamah/_ nafsu yang mengajak pada penyesalan masa lalu, dan kebimbangan masa depan  (100 pasukan Kurawa).

Perang berlangsung di medan perang  yang bernama *“Padang Kurusetra”* _(Kalbu)._ Melambangkan peperangan yang paling berat dan merupakan sejatinya perang adalah perang melawan diri sendiri yang letaknya di dalam kalbu. Continue reading Sunan Bonang – Menjadi Pribadi yang Menang