Hasil Seminar tanggal 30 Oktober di Kemang Village, Jakarta, Oleh: Elly Risman, M.Psi – Yayasan Buah Hati

Di share dari teman yang ikut di Jakarta. Panjang tapi sangat menarik buat orang tua agar aware.
Seminar dibuka dengan layar presentasi yang menayangkan contoh SMS anak sekarang, dengan huruf biasa tapi dibuat secara ALAY, tapi dibuat sedemikian rupa, sehingga kami, seluruh orang tua yang ada di ruangan seminar, tidak ada yang bisa membaca SMS apakah itu? Apa maksud SMS tersebut?

Alaaahh…SMS alay kan bisa dibaca. Meski bikin mata dan otak kerja keras dulu buat tahu maksudnya? NO! Totally, nggak ada satupun yang bisa baca SMS tersebut. Dan, Taaaraa…..ternyata selain dengan huruf alay, SMS tersebut, dibacanya harus dengan posisi HP terbalik (bagian atas HP menjadi bagian bawah)! Can you imagine that????

Dan isinya adalah: ”Hi, sayang, aku kangen nih. Udah lama kita GA ML, Yuk, mumpung bonyok lagi pergi, yuk kita ketemuan…dsb .” (Sorry saya agak lupa persisnya namun isinya kurang lebih seperti itu – ML= Making Love=berhubungan SEX). Seisi ruangan seminar langsung heboh.
Note dari pembicara: SMS sayang-sayangan anak sekarang udah bukan “I love you/I miss u”, tapi sudah soal LAMA GA ML…Demmm…Ihikksss dari awal seminar, mata saya udah melotot lebaarr!

2. Anak-anak kita hidup di era digital. Banyak media elektronik dan cetak yang diakses anak, banyak yang mengandung unsur pornografi: Games, Internet, HP, TV, VCD, Komik, Majalah, dan lain-lain.

3. Yang pertama dibahas adalah GAMES . Games di abad ke-21, berdasarkan penelitian, gambar lebih realistis, pemain bisa memilih karakter apa saja, yang tidak ada di dunia nyata, ketrampilan lebih kompleks dan kecekatan yang lebih tinggi—> Kepuasan dan kecanduan lebih besar.

4. Jenis Games lebih beraneka macam. Aksi, adventure, strategi, role playing.
Note dari pembicara: SUPER HATI-HATI dengan GAMES anak-anak anda!
a. Ada games yang bergenre awal action, isinya adalah tembak-tembakan dan sebagainya, namun ternyata jika, anak kita sudah sampai level akhir, bonus di akhir levelnya adalah ML dengan pelacur jalanan…?????
b. Ada games yang berjenis role playing, dan naudzubillahimindzalik, ceritanya adalah tentang bagaimana “memperkosa paling asyik???????
Jadi tinggal pilih cerita yang melatarbelakangi, kemudian tinggal pilih perempuan model apa yg mau “dipilih”, modelnya nggak pake baju sama sekali, dan tinggal pilih bagian tubuh mana yang mau dipegang pertama kali dan seterusnya. Cursor berbentuk tangan, yang digerakkan oleh anak-anak kita. ——>Seisi ruangan seminar langsung heboh lagi. Gumaman Astagfirrullah bertebarann di ruangan.

5. Pikir baik-baik jika anda ingin membelikan games atau anak-anak anda beli games sendiri/meminjam games dari teman! Dan hati-hati , jika di depan sekolah anak-anak ada warnet! Jenis Games yang ada, murah dan gampang didapat, jenisnya sudah di luar perkiraan kita, orang tua!
Note dari pembicara: suami saya, yg orang IT dan doyan maen games pun, terkejut bukan kepalang, pas tahu soal jenis games ini!!:(

6. Internet. Situs Porno bertebaran di dunia maya. Dan, jangan salah, pembuatnya juga anak-anak kita juga! Bahkan untuk mendapatkan uang, mereka menjual video sex mereka sendiri!–> Pas seminar kami ditunjukkan ribuan video sex yg gampang diperoleh lewat internet.
*tambahan: mohon maaf bagi pengusaha warnet dan games, semoga bisa lebih selektif memilih isi games dan securitas di dalam warnet, sudahkan disediakan filter anti Pornografi? Sudahkah memblokir situs-situs porno? Jangan khawatir warnet kita tidak laku, khawatirlah ketika Allah memintai pertanggung jawaban kita di akhirat nanti akibat kita yang secara tidak langsung menyediakan sarana menuju pornografi dan membiarkannya berlangsung di tempat kita.

Note dari pembicara:
a. Siapa bilang ML harus telanjang dan harus di tempat tidur/hotel ? –>> kami ditunjukkan sekilas video ABG berseragam SMP, sedang ML di tangga dan berpakaian lengkap!
b. Hamil?siapa takkut!–> Bisa Aborsi !

7. HP. Hoho…Video-video sex tersebar melalui HP Kapasitas HP yang besar, memungkinkan sang pemilik memiliki file-file berukuran besar seperti video dan gambar porno. Anak anda CLEAN?–>Bisa jadi dia dapat kiriman gambar/video dari temennya!
Kasus: (yang pernah ditangani Ibu Elly). Ada seorang Ibu, yang datang ke beliau, shock karena menemukan gambar Vagina-seseorang di BBnya, yang ternyata setelah ditelusuri adalah kepunyaan temen sekolah (wanita) anaknya yang lelaki (yang suka minjem BB beliau!)…

8. Televisi . Program TV yang masih pantas diikuti, bisa dihitung dengan tangan. Lainnya adalah program pembodohan, hantu, kekerasan dan pornografi. Sinetron, telenovela, sinetron-sinetron Jepang/Korea, film, dan sebagainya.
Jangan salah, iklan pun juga menyesatkan. Ayoo jangan anggap enteng sinteron/film-film Korea/Jepang! Lama-lama anak anda terbrainwash, terbiasa dengan kekerasan, sex bebas!

9. KOMIK . Ya, komik memang bergambar kartun. Tapi soal cerita, nggak kalah dengan novel porno lainnya. Bahkan lebih mengerikan karena didukung dengan gambar. Gambar sampul depan, mungkin tidak menyiratkan satu kepornoan pun, tapi di dalamnya, kita orang tua harus tahu bahwa ceritanya ujung-ujungnya tentang sex bebas.

Note dari pembicara: Dari, survey yang telah dilakukan pembicara, salah satu judul games, komik, DVD yang masuk dalam kategori “BAHAYA” adalah NARUT*…semuanya yang berbau NARUT*, hati-hati!! WATCH OUT!!!! APA TUJUANNYA? APA YANG MEREKA INGINKAN TERHADAP ANAK-ANAK KITA?

1.Yang mereka inginkan, anak dan remaja kita memiliki MENTAL MODEL PORNO = perpustakaan porno, yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja.
2.Kerusakan otak permanen —> yang hasil akhir yang diinginkan adalah–>INCEST!!!
3.Sasaran tembak utama: Anak-anak kita yang belum baligh. Jika sudah mengalami 33-36 ejakulasi–> pecandu pornografi –>PASAR MASA DEPAN!!!
Proses Kecanduan dan Akibatnya.
1. Di dalam otak ada bagian yang disebut PRE FRONTAL CORTEX (PFC). PFC, tempat dibuatnya moral, nilai-nilai, bertanggung jawab untuk: perencanaan masa depan, organisasi, pengaturan emosi, kontrol diri, konsekuensi, pengambilan keputusan. PFC–> Matang di usia 25 tahun.
2. Sekali anak mencoba “kenikmatan” semu–>Dopamin (ket: suatu hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus) diproduksi –> Anak merasa senang–> Kemudian timbul rasa bersalah.
3. Saat anak merasa senang tersebut (kebanjiran Dopamin), maka yang akan terganggu adalah: Analisa, penilaian, pemahaman, pengambilan keputusan, makna hubungan, hati nurani—> spiritualitas/iman akan terkikis–> ANAK TUMBANG–> Mental Model Porno—>INCEST!!!!
4. Bagian otak yang rusak karena Narkoba: tiga bagian saja, tapi oleh pornografi/sex: lima bagian otak yang rusak!
5. Industri yang terlibat pornografi: entertainment, pornografi, perfilman, majalah porno, musik, jaringan TV kabel, pembuat dan pemasar video games, dan lain-lain.

SIAPKAH KITA SEBAGAI ORTU?

1. Kesalahan Budaya.
Yang mengasuh anak: IBU!! Ayah mencari Nafkah, bila perlu baru lapor Ayah!! SALAH BESAR!—> REVOLUSI PENGASUHAN!! ………… (Nyambung dengan artikel Pak Gendi, Where’s All The Father Gone? Kemana Para Ayah? Indonesia, A Fatherless Country???) Lihat fenomena Anak-Anak Jack Mania?–> Kemana AYAHmu nakkk? Kemana ibumu naak????
Note dari pembicara: Bukan main saya bersyukurnya saya, pas bagian ini. Syuk
ur Alhamdullillah, saya berhasil “memaksa” suami saya untuk ikut seminar ini.

2. Kelalaian kita sebagai ortu: Orang Tua Kurang:

1. Mempunyai waktu dengan anak. Are u a weekend parent? Anak diikutkan les sana-sini. Pertanyaan orang tua ke anak hanya tentang lesmu gimana nak? Nilaimu berapa nak? Kamu nggak bolos kan? Kamu biasa ngerjain ujian kan hari ini?—> Anak-anak menjadi anak yang BLASTED (Boring– >Lazzy–> Stress!)
2. Mengajarkan agama dan penerapannya? —> Eksport! Merasa cukup menyekolahkan anak-anak di sekolah berbasis agama. Anak disuruh les ngaji/agama. Penerapan? NOL BESAR!! Menyuruh anak sholat tepat waktu, ortu? Bolong-bolong sholatnya? Ortu berbaju tertutup, anaknya maen ke mall hanya memakai rok mini/tanktop? Anak disuruh les ngaji? Ortunya ngaji aja nggak bisa!!!! dan sebagain
3. Target pengasuhan: UMUM, kurang teguh pada prinsip—>hanyut dalam TREND. Temen anak di sekolah pada punya IPOD, Anak buru-buru dibelikan—> malu dibilang nggak trendy? Malu anak punyanya HP jadul yang cuma bisa SMS/telp?–> dibelikan BB paling mutakhir.
4. Tanggap Teknologi dan Gagap Teknologi (Gaptek). Ortu bisanya memfasilitasi, tapi nol besar dengan pengetahuan mengenai perangkat yang dibelikan buat anak-anaknya. Buktinya: baca SMS alay saja nggak bisa!…gimana mau ngawasin anak?
Note dari pembicara: Jadi orangtua, harus “GAUL” dan PINTER !!! Siapa bilang jadi orangtua itu gampang?
5. Memberikan anak perangkat teknologi, tidak tahu akibat negatifnya, tanpa penjelasan dan tanpa persyaratan.

Note dr pembicara:
Orang Tua sekarang adalah Generasi ORTU yang ABAI…Generasi ORTU PINGSAN!! Yang penting anak sekolah, les, diam di rumah di depan Komputer, Games, HP, Televisi —> Yakin, Anak anda AMAN????
6. Berkomunikasi yang baik dan benar: tidak memahami perasaan anak dan remaja.

TIPS Membuat Anak Tangguh di Era Digital:
1. Hadirkan Allah/Tuhan di dalam diri anak. Ajarkan untuk selalu ingat Allah taat kepadaNYA dari kecil. Hindari: Jangan sampai kamu hamil ya, Bikin malu keluarga! Bapak / Ibu malu!!!—> Salah Besar. Ajarkan bahwa, di manapun dia berada, Allah tau apa yang dia perbuat!
2. Perbaiki pola pengasuhan/parenting. Libatkan kedua-belah pihak. Jangan jadi ortu yang abai bin pinplan.
3. Validasi anak: penerimaan, pengakuan dan pujian. Jangan jadikan anak anda, anak yang BLASTED! Boringg –> Lazzy –> Stressed!!
4. Mandiri dan Bertanggung jawab kepada ALLAH, diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
5. Memberikan fasilitas pada anak harus dengan landasan dan persyaratan agama yang jelas.
6. Mempunyai MODEL yang baik dan benar KOMIK:
• Cek bacaan anak
• Baca dulu sebelum membeli
• Secara berkala periksa meja belajar/ lemari/kolong tempat tidur .

Notes:
JANGAN SAMPAI KETAHUAN ANAK!!
• Kenalkan anak pada berbagai jenis bacaan
• Diskusikan bacaan dengan anak GAMES
• Perhatikan letak komputer/media video games di rumah
• Perhatikan jarak antara mata anak/ruang cukup pencahayaan, layar tidak terlalu terang
• Pilihkan meja dan kursi yang ergonomis
• Buat kesepakatan dengan anak tentang:
o Berapa dalam seminggu
o Kapan waktu yang tepat
o Games apa yang boleh dimainkan
o Sanksi apa yang diberlakukan, jika melanggar
• Dampingi anak dalam membeli games
(Maaf jika awal pesan kurang sopan. SENGAJA. Biar dibaca)

Artikel Terkait

error: Content is protected !!
WhatsApp chat