Berani Melakukan Perubahan

Sahabat, Perhatikan, sekali lagi perhatikan … semua disekeliling anda sedang berubah. Suka atau tidak suka. Cepat atau lambat. Lihat, dinding dan cat rumah anda berubah. Tanaman di teras rumah anda berubah. Sahabat, ibu, bapak dan saudara anda berubah. Tak terkecuali anda. Berubah. Semua di dunia ini terus berubah, semua yang tercipta mesti berubah. Semakin lama perubahan itu semakin cepat.

Internet, Handphone, SMS, Email, adalah kata-kata yang sangat akrab dengan kita saat ini. Padahal kata-kata ini sangat asing bagi telinga kita lima belas tahun yang lalu, dan berapa banyak saat ini orang-orang yang mengambil keuntungan dari perkembangan teknologi ini. Tengoklah begitu banyak orang asyik dengan gadgetnya, gerai-gerai isi ulang voucher, tempat service handphone, sampai kuis-kuis di televisi yang memanfaatkan SMS sebagai cara untuk mendapatkan keuntungan. Nah ini adalah gambaran bahwa dunia terus berubah, dan banyak orang bisa mengambil keuntungan dan kemenangan dari perubahan ini.

Namun, sebagian orang menyangka perubahan itu kadang begitu berat dan menyakitkan. Tapi seringkali, hanya dengan melakukan perubahanlah sebuah masalah bisa diatasi tanpa bisa ditawar. Sejatinya, hal yang paling sulit berubah adalah cara berpikir. Cara mengubahnya membutuhkan waktu dan kesabaran, namun banyak lompatan akan terjadi manakala seseorang mengubah bagaimana ia berpikir.

Bagaimana seorang muslim berpikir. Disinilah berkahnya menjadi seorang muslim, ia memiliki petunjuk kemana ia harus berubah, penjelas ketika ia sedang berproses untuk berubah dan pembimbing untuk melangkah dalam tiap jejak perubahan yang diupayakan. Ya, karena setiap muslim memilikinya, Alquran. Alquran yang mencelup pikiran seorang muslim. Sehingga ia memiliki kekhasan dalam proses memikirkan sesuatu disekelilingnya. Juga tentang dirinya. Alquran, menghasilkan perubahan hakiki, sejati dan permanen. Mewujudkan manusia yang berakhlaq Alquran, pribadi bak Alquran yang berjalan.

Yang menarik dalam Islam, hadir Bulan Ramadhan yang membudayakan kebiasaan tadarus. Membaca sekaligus memikirkan apa yang dibaca terus menerus. Tadarus merupakan cara ampuh untuk memulai sesuatu perubahan. Karena ego – hawa nafsu – tak berkutik, karena proses berpikir di install ulang dengan pembelajaran fikir [tadarus] Alquran. Dan totalitas diri diajak untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan orang-orang besar dalam memulai perubahan, untuk menjadi mulia. Menang! Itu kata akhirnya. Tentu bagi mereka yang mau dan percaya diri untuk memulai perubahan dari dirinya sendiri. Karenanya, Allah tidak akan merubah suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang memulai perubahan dari dirinya sendiri.  Perhatikan QS.Arradu [13] : 11

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Dalam Kitab Alhikam, Imam Atholillah Assakandariy, – semoga Alloh merahmatinya – beliau menuliskan

و انت لم تخرق انت نفسك العوائد كيف تخرق لك العوائد

Bagaimana keajaiban dapat disingkapkan untukmu, sementara engkau belum mengubah kebiasaan jelekmu.

Mari install cara berpikir qurani dan memulai dari hal yang kecil, saat ini juga, dari diri sendiri. Sehingga pribadi makin berintegritas, makin baik dan makin kuat.

Pertanyaan sederhananya, apakah yang berubah ketika hari-hari telah meninggalkan anda ?

Bung harisanusi.com

Donasi Rumah Alquran ke BSM bank syariah mandiri, norek : 7106 2605 61 a.n. Nadia Sunyaruri
| www.sahabattauhid.com | Bersahabat sampai surga |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *