Category Archives: 1 Muharam Saat Hijrah

Perjalanan Mentari Hati

sahabatku,
hatimu adalah cermin yang mengilap. Engkau harus membersihkan tabir debu yang mengotorinya. Hati ditakdirkan untuk memantulkan cahaya rahasia Ilahi. Ketika cahaya dari

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ

Allah [Yang] adalah Cahaya langit dan bumi

مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ

mulai menyinari bagian-bagian hatimu, pelita hati akan menyala. Pelita hati itu di dalam kaca dan kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) Continue reading Perjalanan Mentari Hati

Kendalikan Nafsumu

Sahabat yang baik,
jangan coba menyerah untuk kendalikan nafsu
dan jangan menyerah untuk mencoba bersabar dalam meluruskan rayuan nafsu.

Ketahuilah! Ia tidak pernah bosan untuk meminta, menuntut dan memenuhi semua keinginannya.
Nafsu seperti anak kecil yang terus merengek dan untuk itulah ia mesti disapih dengan baik.
Senanglah mendidik nafsu dengan ilmu dan mintalah pertolongan Alloh dari keburukan nafsu.

Berdoalah, Wahai yang membolak balikan hati, tetapkanlah hati kami diatas petunjuk agamamu dan diatas ketaatan kepadaMu.

www.harisanusi.com

Kembalilah dan Taubat Kembali

Sahabat,
Dia lebih mencintai dari seseorang dengan dirinya sendiri
Dia tidak pernah melupakan tiap pribadi
Senantiasa membuka pintu untuk kembali

Pejamkan mata, tundukan kepala ke dada
Ikhlas … dan melangkah satu langkah kebaikan
Dia ada dihadapan dengan kelembutan kasih sayangNya

Segelap apapun masa lalu,
segila apapun kelupaan,
sejauh apapun ketersesatan,

Berdoalah : Ya Robbana, ampuni kami dan saudara-saudara kami yang mendahului kami dalam iman dan bersihkan hati kami dari dengki kepada saudara-saudara kami, Engkaulah Roufurrahim

Orang yang Beruntung dan Dicintai Allah

Sahabat,
Hal yang paling indah adalah menyadari bahwa anugerah terbesar
adalah kesadaran untuk kembali kepada Alloh

‘Bertaubatlah kalian kepada Alloh, wahai orang yang beriman agar kalian beruntung’ 24:31
Dan ‘Alloh mencintai orang yang bertaubat dan orang yang menyucikan diri’ 2:22
Duhai Nabi Alloh saw. Engkau bersabda ‘Aku memohon ampunan kepada Allah sebanyak 100 kali sehari’
Nastaghfirullahalazhim wa natuubu ilaih.www.harisanusi.com

Cahaya Ilmu

Sahabat yang disayang Alloh,
Bentuk kenikmatan pertama yang Alloh anugerahkan kepada kita adalah nikmat diciptakan sebagai manusia yang sempurna, mulanya dari air yang hina yang berasal dari sulbi ayah kita. Setelah itu, Alloh pelihara dalam rahim ibu kita, lalu Alloh meniupkan sebagian ruhNya dalam janin dalam rahim ibu kita.

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.” QS.Shood : 72
Sampai akhirnya kita dilahirkan ke dunia. Sebuah proses penciptaan & pemeliharaan yang sempurna. Subhanalloh.
Continue reading Cahaya Ilmu

Rahasia Iblis

Suatu ketika Allah SWT memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis agar menghadap Baginda Rasul saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disuka maupun yangdibencinya. Hal ini dimaksudkan untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad saw dan juga sebagai peringatan dan perisai umat manusia.

Kemudian Malaikat itupun mendatangi Iblis dan berkata : “Hai
Iblis! Engkau diperintah Allah untuk menghadap Rasulullah saw. Bukalah semua rahasiamu dan jawablah setiap pertanyaan Rasulullah dengan jujur. Jika engkau berdusta walau satu perkataanpun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat pedih”. Continue reading Rahasia Iblis

Muharam, Menjadi Baik dan Lebih Baik

Berikut Alasan untuk Memuliakan Bulan yang Alloh muliakan :

(1) Termasuk satu dari empat bulan haram (al-asyhur al-hurum).
Terkait hal ini;

(a) kita dilarang berbuat zhalim, sbb perbuatan zhalim di bulan ini lebih berat dosanya daripada perbuatan zhalim di bulan lainnya.

(b) Kita diperintahkan untuk menjaga dan meningkatkan ketaqwaan, agar Allah SWT selalu bersama kita.


(2) Dianjurkan untuk berpuasa, sebab puasa paling afdhal setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharam (HR Muslim).

(3) Terdapat ‘Asyura, yaitu hari ke sepuluh, di mana berpuasa pada hari ‘Asyura dapat menghapus dosa satu tahun yang telah berlalu.

(4) Terdapat Tasu’a, yaitu hari ke sembilan, di mana Rasulullah SAW bercita-cita untuk berpuasa pada hari Tasu’a untuk membedakan dengan kaum Yahudi (HR. Muslim).

(5) Rasulullah SAW memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa di bulan Muharam.

(6) Para sahabat melatih anak-anaknya untuk berpuasa di bulan Muharam.

(7) Bulan Muharam itu bulan syukur dengan cara berpuasa, makanya jangan diubah menjadi bulan kesedihan.

Have been chirpified here http://chirpstory.com/li/168984

Ketika yang Halal Tercampur Yang Haram

Seseorang datang kepada Imam Syafi’i mengadukan tentang kesempitan hidup yang ia alami. Dia memberi tahukan bahwa ia bekerja sebagai orang upahan dengan gaji 5 dirham. Dan gaji itu tidak mencukupinya.
Namun anehnya, Imam Syafi’i justru menyuruh dia untuk menemui orang yang mengupahnya supaya mengurangi gajinya menjadi 4 dirham. Orang itu pergi melaksanakan perintah Imam Syafi’i sekalipun ia tidak paham apa maksud dari perintah itu.
Setelah berlalu beberapa lama orang itu datang lagi kepada Imam Syafi’i mengadukan tentang kehidupannya yang tidak ada kemajuan. Lalu Imam Syafi’i memerintahkannya untuk kembali menemui orang yang mengupahnya dan minta untuk mengurangi lagi gajinya menjadi 3 dirham. Orang itu pun pergi melaksanakan anjuran Imam Syafi’i dengan perasaan sangat heran.
Setelah berlalu sekian hari orang itu kembali lagi menemui Imam Syafi’i dan berterima kasih atas nasehatnya. Ia menceritakan bahwa uang 3 dirham justru bisa menutupi seluruh kebutuhan hidupnya, bahkan hidupnya menjadi lapang. Ia menanyakan apa rahasia di balik itu semua?
Imam Syafi’i menjelaskan bahwa pekerjaan yang ia jalani itu tidak berhak mendapatkan upah lebih dari 3 dirham. Dan kelebihan 2 dirham itu telah mencabut keberkahan harta yang ia miliki ketika tercampur dengannya.
Lalu Imam Syafi’i membacakan sebuah sya’ir:
جمع الحرام على الحلال ليكثره
دخل الحرام على الحلال فبعثره
Dia kumpulkan yang haram dengan yang halal supaya ia menjadi banyak.
Yang harampun masuk ke dalam yang halal lalu ia merusaknya.

Barangkali kisah ini bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita dalam bekerja. Jangan terlalu berharap gaji besar bila pekerjaan kita hanya sederhana. Dan jangan berbangga dulu mendapatkan gaji besar, padahal etos kerja sangat lemah atau tidak seimbang dengan gaji yang diterima.

Bila gaji yang kita terima tidak seimbang dengan kerja, artinya kita sudah menerima harta yang bukan hak kita. Itu semua akan menjadi penghalang keberkahan harta yang ada, dan mengakibatkan hisab yang berat di akhirat kelak.
Harta yang tidak berkah akan mendatangkan permasalahan hidup yang membuat kita susah, sekalipun bertaburkan benda-benda mewah dan serba lux. Uang banyak di bank tapi setiap hari cek-cok dengan istri. Anak-anak tidak mendatangkan kebahagiaan sekalipun jumlahnya banyak. Dengan teman dan saudara sekitar tidak ada yang baikan.
Kendaraan selalu bermasalah. Ketaatan kepada Allah semakin hari semakin melemah. Pikiran hanya dunia dan dunia. Harta dan harta. Penglihatan selalu kepada orang yang lebih dalam masalah dunia. Tidak pernah puas, sekalipun mulutnya melantunkan alhamdulillah tiap menit.
Kening selalu berkerut. Satu persatu penyakitpun datang menghampir. Akhirnya gaji yang besar habis untuk cek up ke dokter sana, periksa ke klinik sini. Tidak ada yang bisa di sisihkan untuk sedekah, infak dan amal-amal sosial demi tabungan masa depan di akhirat. Menjalin silaturrahim dengan sanak keluarga pun tidak. Semakin kelihatan mewah pelitnya juga semakin menjadi. Masa bodoh dengan segala kewajiban kepada Allah. Ada kesempatan untuk shalat ya syukur, tidak ada ya tidak masalah.