Category Archives: 4 Semangat Rabiul Akhir

Mensucikan Jiwa

Sahabat yang baik,
Nafsu syahwat itu selalu berbisik kepada jiwa agar ia dituruti.
Kadang akal mencegahnya, ia terus melakukan tipu daya.

Bahkan ribuan kali ia merayu kepada jiwa.
Ini nikmat, ini enak, coba saja!

Sampai mata jiwa tertutup dan keburukan berlanjut.
Dan Nafsu tidak akan berhenti sampai jiwa, akal, diri hancur dalam kehinaan.

Continue reading Mensucikan Jiwa

Jangan Bersedih

Ibnul Qayyim berkata:
Kata al-huzn (sedih) dalam Al-Qur’an tidak muncul kecuali:
1.       Dalam keadaan terlarang, sebagaimana dalam Q.S. Ali Imran: 139.
2.       Dalam keadaan dinafikan, sebagaimana dalam Q.S. Al-Baqarah: 38.
Rahasianya adalah karena:
1.        al-huzn (sedih) itu tidak ada kemaslahatannya bagi hati.
2.       Al-huzn (sedih) itu sesuatu yang paling disukai oleh syetan. Syetan sangat senang kalau seorang hamba beriman itu bersedih. Dengan demikian, syetan dapat merampok dan mencegat jalan yang ditempuh seorang mukmin, lalu menghentikan perjalanannya.
Continue reading Jangan Bersedih

Rahasia Kehidupan

كان السلف يتواصون بثلاث كلمات لو وزنت بالذهب لرجحت به:
الأولى : من أصلح مابينه وبين الله أصلح الله ما بينه وبين الناس..
الثانية : من أصلح سريرته أصلح الله علانيته.. 
الثالثة : من اهتم بأمر آخرته كفاه الله أمر دنياه وآخرته..
أشد أنواع الخسارة :
أن تكون الجنة عرضها السموات والأرض ولايوجد لك مكان فيها !!!
Dahulu para Salaf (orng2 sholeh terdahulu ) saling berwasiat dgn 3 hal, jika hal itu ditimbang dgn emas niscaya ke 3 nya akan lebih berat dibanding emasnya:

Continue reading Rahasia Kehidupan

Keutamaan Mendidik Anak

Nabi SAW bersabda :”Tidak ada pemberian orang tua kepada Anaknya yg lebih utama dari pada budi pekerti yg baik”(HR.Turmudzi & Al Hakm dari Amru bin Sa’id bin Al’Ash)
Budi Pekerti adalah perilaku yg terpuji, baik ucapan maupun perbuatan
Sebaik2nya Budi Pekerti itu dapat mengangkat Hamba Sahaya sampai Tingkat Raja
Nabi SAW bersabda : “Siapa menghendaki untuk merendahkan orang yg dengki kepadanya, maka hendaklah mendidik anaknya”(HR Ibnu Majah dari Anas bin Malik ra.)

Mendidik anak utk menghormati orang yg lebih tua dan mengasihi orang yg lebih muda
Nabi SAW bersabda :”Sesungguhnya seorang yg mendidik Anaknya adalah lebih baik baginya dari pada bersedekah (setiap hari) satu Sha'”(HR Turmudzi dari Jubir bin Samurah,Hadist Hasan)
Nabi SAW bersabda :”Hai sekalian kaum muslimin, siapa yg dikarunia anak Oleh Allah SWT, maka ia wajib mendidik dan mengajarnya, sebab orang yg mengajar anaknya dan mendidiknya, niscaya Allah SWT melimpahinya syafa’at kepadanya. Dan siapa yg membiarkan anaknya menjadi bodoh, maka ia mendapat bagian setiap dosa yg diperbuat anaknya itu (dalam Riyadlus Shalihin)
Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya didalam Surga terdapat rumah yang disebut “Darul Farah/Rumah Kesenangan” tidak akan masuk kedalamnya kecuali orang yg menyenangkan anak2 kecil”(HR Abu Ya’la dari A’isyah)
Nabi SAW bersabda :”Hendaknya kamu semua memuliakan anak-anakmu, karena sesungguhnya orang yg memuliakan anak2nya, Allah SWT memuliakanya di Surga”
Nabi SAW bersabda : “Hendaklah kamu semua memuliakan Anak-anakmu, karena sesungguhnya Kemuliaan anak-anak itu adalah akan tertutup dari Neraka”
Nabi SAW bersabda : “Melihat muka anak-anak denga Rasa Syukur adalah seperti melihat Muka Nabinya”
Laki2 yg Mulia adalah Laki2 yg Memuliakan terhadap Istrinya, Laki2 yg Mulia adalah Laki2 yg Memuliakan terhadap Anak2nya 
(Catatan pengajian Subuh 11/05/14 bersama : Ust.Asep Sofwan di Masjid Al-Hidayah, semoga bermanfaat)

Persiapan Calon Pengantin – Istri

1. Istri… hmmm, wanita hebat di belakang suami | Hebatnya karena tempaan diri | Madrasah pertama bagi anak2nyapula
2. Menjadi istri itu mudah | Tanpa ilmu pun bisa| Tapi masa’ mau jadi istri yang biasa2 aja ?Ga kan ?
3. Sejak muda, asahlah bakat keibuan dan kedewasaan mu |Karena anak kita layak  mendapat ibu yang dewasa
4. Hafalan Qur’annya jgn lupa ditingkatin | Kelak saat hamil, si anak bakal seneng banget
dilantunkan bacaan Qur’an dari ibunya.

Continue reading Persiapan Calon Pengantin – Istri

Apakah Anda Tawakal ?

… dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” … (QS Al-Ma’idah, 5:23)

 Dalam ayat ini, Allah Ta’ala menjadikan tawakal sebagai syarat keimanan. Maka, indikasi lenyapnya keimanan adalah hilangnya tawakal. 
Dia pun berfirman, “Berkata Musa, ‘Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, bertawakallah kepada-Nya semata, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri” … (QS Yunus, 10:84) 

 Maka, benarnya keislaman seorang hamba adalah dengan adanya tawakal. Semakin kuat tawakalnya, semakin kuat pula imannya. 
Dan, semakin lemah imannya, semakin lemah pula tawakalnya. Apabila tawakalnya lemah, sudah pasti keimanannya pun lemah … (Ibnul Qayyim Al-Jauziyah) @ Thariq Al-Hijratain. 
Bagaimanakah ciri orang yang tawakal? “Dia bagaikan anak kecil yang tidak mengetahui siapapun yang dapat melindunginya selain sang ibu. Begitu pula orang yang bertawakal. Dia tidak mengetahui sesuatu yang dapat melindunginya selain Rabb-nya” … (Ibnul Qayyim Al-Jauziyah)  @ Madarij As-Salikin.

Doa Hujan Turun dan Petir

 Musim hujan telah menyapa..

sungguh adalah suatu kenikmatan yg amat besar saat Allah menurunkan hujan kepada kita.
Firman Allah Ta’ala,

وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا
“Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah”. (QS. An Naba’ : 14)

Turunnya Hujan, Salah Satu Waktu Terkabulnya Do’a


Ibnu Qudamah dalam Al Mughni, 4/342 mengatakan, “Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, Nabi Shalallahu ‘alaihi wassallam  bersabda,

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ
“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan: [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat 
dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun”.
(Imam Syafi’i dalam Al Umm dan Al Baihaqi dalam Al Ma’rifah, lihat hadits no. 1026 Shohihul Jami’)
☑ Doa yg berkaitan dengan hujan :

1. Berdoa ketika melihat hujan
اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Ya Allah, (jadikanlah) hujan ini adalah hujan yang bermanfaat.
(HR. al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, no. 530/686, Ibnu Majah, no. 3889. Misykat al-Mashabih, no. 1520, ash-Shahihah, no.2757)
2. Berdoa setelah turun hujan
Apabila kita mendapatkan bahwa hujan telah reda, maka disunnahkan untuk membaca. doa :
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ
Kita diberi hujan dengan karunia Allah dan rahmat-Nya.
(HR. Bukhari no. 846, 1038, 4147, 7503 dan Muslim no. 71)
3. Ketika Terdengar Petir.
Ketika kita mendengar petir, maka disunnahkan berdoa dengan doa berikut :

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ


Maha Suci Dzat yang mana petir itu bertasbih dengan memuji-Nya dan para malaikat karena takut kepada-Nya.
(HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, no 723 dan no 556)
Disaat hujan pun kesempatan besar bagi kita utk menuai pahala. Semoga bermanfaat.

Fatherless, Dunia Tanpa Ayah

Apa enaknya yang dilakukan para ayah di setiap weekend? Cek email kantor? Cek milis? Twitter? Main futsal atau bersepeda? Lupakanlah sejenak urusan kantor dan hobi pribadi. Ada hal penting yang harus ditengok para ayah; anak-anak kita.
Jujur, masih banyak ayah yang masih hidup dengan pola klasik; anak adalah urusan ibunya. Ini serius. Banyak ayah yang berpikir dunia lelaki adalah pekerjaan dan hobi. Hari-hari kerja dihabiskan untuk bekerja, meningkatkan eksistensi diri di dunia karir, waktu senggang diisi untuk menuntaskan hobi.

Ada pria yang setiap kali pulang kantor tidak langsung pulang kandang, tapi mampir dulu ke tempat hobi. Hang out dengan kawan-kawan, atau menendang bola di lapangan futsal. Banyak orang yang hampir setiap malam menghabiskan waktu untuk itu.
Weekend?
Kalau tidak tidur sepanjang hari, ada juga yang menjajal stamina dengan bersepeda. Naik gunung, turun gunung, atau berkeliling kota. Kring, kring.
Lupakah kita bahwa ada buah hati di sekeliling kita? Anak-anak kita bukan robot yang tak butuh perhatian. Juga bukan mahluk yang hanya kenal ibunya. Mereka juga tahu siapa ayahnya. Dan anak-anak juga membutuhkan perhatian dari ayah mereka.
Para ayah, mengasuh anak bukanlah pekerjaan banci. Juga bukan berarti pria jadi lemah. Mengasuh anak adalah kewajiban yang Allah amanahkan kepada kedua orangtua; ayah dan ibu. Yang membuat anak-anak menjadi Yahudi, Nasrani, Majusi, atau ahli surga, bukan saja ibunya, tapi keduanya. Bukankah kita sudah sering mendengar pesan Nabi saw. berikut ini:
“Tidaklah setiap anak dilahirkan melainkan dalam keadaan fitrah, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi dan Nasrani. Seperti hewan melahirkan anaknya yang sempurna, apakah kalian melihat darinya buntung (pada telinga)?” (HR. Imam Bukhari).
Coba siapa yang disebut oleh Nabi dalam hadits di atas? Kedua orang tuanya; ayah dan bundanya.
Di AS, sudah banyak penelitian yang menyebutkan dampak buruk kepada anak akibat kurangnya peran dan perhatian ayah kepada mereka (fatherless). Mengerikan. Di antaranya bisa disimak di bawah ini:
63% of youth suicides are from fatherless homes (US Dept. Of Health/Census) – 5 times the average.
90% of all homeless and runaway children are from fatherless homes – 32 times the average.
85% of all children who show behavior disorders come from fatherless homes – 20 times the average.  (Center for Disease Control)
80% of rapists with anger problems come from fatherless homes –14 times the average.  (Justice & Behavior, Vol 14, p. 403-26)
71% of all high school dropouts come from fatherless homes – 9 times the average.  (National Principals Association Report)
Anda merasa ngeri? Harus. So, luangkanlah waktu untuk berkumpul dengan buah hati kita. singkirkan ego kita. Lihat dan bercandalah dengan mereka. Didik mereka agar menjadi insan bertakwa yang cinta kepada Allah dan kedua orang tuanya. Saya percaya bila setiap ayah mau terlibat dalam mengedukasi anak-anak mereka, kita bisa mengurangi resiko anak-anak bermasalah di negeri ini.
Sumber : http://www.iwanjanuar.com/bahaya-fatherless