Category Archives: 9 Ramadhan Mubarak

DUA RINDU

Wahai robb, terima kasih engkau telah ciptakan Ramadhan untuk kerinduan kami. Menitahkan puasa agar seluruh rambut, darah, daging, sel tubuh kami merayakan kerinduan. Agar hawa nafsu kami padam panasnya kerena rindu, walau apinya masih ada. Agar akal kami tunduk dalam pembakaran dari keliaran cita cita kepada selainMu. Agar jiwa kami tenang dalam pengaturanMu, Agar hati kami bersih bersih dari segala bentuk noda.

Wahai Robb, terima kasih engkau turunkan kalimatullah kepada kami. Menjadi penunjuk jalan kepada kami. Sehingga kami terbebas dari kalimat selainMU, tidak terkelabui dengan rayuan, citra, alunan, bisikan, hasutan yang menggelincirkan dari jalanMU Continue reading DUA RINDU

TANGISAN IMAM MALIK KETIKA BUKA PUASA

Imam Malik pendiri madzhab Maliki, dalam sebuah riwayat dibulan Ramadhan pada saat berbuka puasa beliau menangis hingga bercucuran air matanya membasahi janggutnya, lalu salah satu muridnya bertanya.

Murid: ”Wahai guruku yg mulia, kenapakah engkau menangis sedemikian sedih serta menyayat hati kami?? Apakah ada di antara kami yang membuat hatimu sedih, atau hidangan ini kurang berkenan??!”

Imam Malik: ”Tidak … tidak wahai murid2ku. Sungguh, kalian adalah murid-murid terbaikku & sangat khidmah padaku, bahkan hidangan ini teramat nikmat buatku.” Continue reading TANGISAN IMAM MALIK KETIKA BUKA PUASA

Kerinduan Ramadhan

Sahabat yang memuliakan kehidupan,

Telah datang Ramadhan. Telah hadir anugerah kebaikan. Dan Dia merindu melihat para pengabdi mempersembahkan kesungguhan hatinya, puasanya, qiyamnya, doa dan munajatnya, tilawahnya dan semesta kebaikan lainnya.

Shaum itu untukKU dan Aku menyempurnakan balasannya. Inilah pernyataan rindu. Dan kerinduan besar para pengabdi kepadaNYA. Maka ia menahan diri dari apapun yang membatalkan kerinduannya. Menahan diri dari hal yang melalaikan ingatan KepadaNYA. Meninggalkan perhatian dunia dan seisinya agar tidak luput akhiratnya. Ia berupaya menahan diri dari syahwatnya. Continue reading Kerinduan Ramadhan

Teman Dalam Kubur

Baiklah, sekarang fokuskan dirimu, luangkan waktu sebentar saja, kita akan bermain dengan imajinasi. Bayangkanlah hal berikut.
Berapa banyak kenalan dalam daftar kontakmu sekarang ini? 800? 1000? 1500? Saya yakin banyak sekali. Sekarang coba kamu pilah lagi, dari sekian banyak kontak tadi, berapa orang yang kamu anggap temanmu? 400? 500? 600?,
Ok sekarang kecilkan lagi, dari sekian banyak temanmu itu berapa orang yang benar-benar dekat denganmu? 100? 200? Semakin sedikit kan.
Ok, fokus ya. Dari mereka yang dekat tadi, berapa orang yang kamu rasakan bersahabat karib? Hmmm..10? 20? Ini mungkin terlalu banyak. Ok anggaplah 10 orang. Bayangkan baik-baik. Tetap fokus.
Dari sisa 10 orang tadi, berapa orang yang layak kamu anggap seperti saudara kandung yg bisa saling berbagi suka dan duka, rela berkorban jiwa dan raga, sehidup semati? ..erhmm…kamu terlalu lama berfikir. Ok anggaplah ada, 1 atau 2 mungkin masih masuk akal.  Continue reading Teman Dalam Kubur

Teruslah Naik

38 PUNCAK SURGATeruslah naik.
Naiklah terus ke puncak surga.
Bersama hafalan quran yang engkau bawa dalam dirimu.

Jangan engkau bawa duniamu, disini tidak diterima walau hanya mencium bau surga. Bahkan tangismu tidak boleh ada disini.

Wahai jiwa, apa yang membuatmu tertipu dari Rabb-mu yang pemurah.
Dari Alhaq yg selalu merindukanmu untuk bersemayam dalam jiwa.

Qurankan jiwa kami, Wahai DzatPemilik Lailatul Qadar.

@harisanusi

10 Langkah Menyambut Ramadhan


1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)


Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:
• buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.
• membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Mochamad Bugi

Ide Keren Mengisi Ramadhan

Menyapa Ramadhan~ Belilah beberapa buah sandal jepit plastik atau bakiak kayu, letakkan di sekitar masjid.  Agar para jamaah dapat menggunakannya saat akan berwudhu. Dan Anda akan menikmati pahala dari setiap orang yg memakainya…

~ Sisihkanlah dari hasil upah jerih payahmu, sedikit untuk di sumbangkan untuk berbuka bersama anak yatim, dhuafa, para penghuni panti jompo, penjara atau saudara kita yang terabaikan..

~ Letakkanlah di kamarmu sebuah kotak, dimana setiap kali kamu merasa melakukan dosa, masukan uang receh 3-5 ribu ke dalamnya, jika sudah genap 1 bulan, buka kotak itu dan besedekahlah dengan uang tersebut. Lakukanlah ini tiap bulannya.. Continue reading Ide Keren Mengisi Ramadhan

24 Jam Ramadhan

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa “( QS Al-Baqarah : 183 )

”Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan akan ridha-Nya, Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lewat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bulan Ramadhan dalam hitungan hari, tidak hanya hari harinya yang berlimpah keberkahan, jam, menit, bahkan detik berlimpah kebaikan dan pahala jika kita bisa mengisinya dengan benar.
Tapi bagaimana kita bisa mengisi detik-demi detiknya hingga memperoleh kemuliaan yang tidak ternilai? Continue reading 24 Jam Ramadhan

Menjadi Hafiz Alquran Mudah

Kisah Inspiratif penghafal Al- Qur’an
Nizar, seorang Manager di PT Telkom, bapak 3 anak, usia 37 th – telah berhasil menghafal Al
Qur’an 30 juz dalam waktu yang relatif singkat yaitu sekitar 1,5 th. Subhanallah Alhamdulillah,
Allahu Akbar. Berikut ini kisah yang beliau sampaikan dalam acara MABIT (Malam Bina Iman
dan Taqwa) di masjid Al Hikmah TELKOM Divre 3 Sabtu, 11 April 2009.
Membangun motivasi antara lain dengan cara:
* Ketika umroh (alhamdulillah mendapat penghargaan dari perusahaan) berdo’a agar dijadikan oleh Allah sebagai bagian dari orang- orang penghafal Al Qur’an.
* Menanamkan dalam diri untuk tidak mengingkari nikmat Allah yang telah begitu banyak Allah
berikan. 
* Berazam untuk tidak kembali kepada kemaksiyatan (menghambur-hambur waktu, suka
marah kepada istri, dll).
* Saya harus hafal Al Qur’an sebelum usia 40 th. 

Metoda yang dipakai oleh beliau dalam menghafal
Al Qur’an antara lain sebagai berikut:
* Kegiatan menghafal didahului dengan belajar tahsin (membaguskan bacaan Al Qur’an). Di sini
ditanamkan bahwa kegiatan tahfidz tidak akan berhasil baik jika bacaan (tilawah Al Qur’an) belum
baik dan benar sesuai kaidah yang benar. Nizar belajar tahsin di MAQDIS pimpinan ustadz Syaiful
Islam Mubarok, Lc, MAg.
* Nizar berusaha menghafal solitair tanpa guru dan sudah berhasil menghafalkan 8 juz, namun untuk
menambah hafalan dirasa berat sekali jika tanpa guru, oleh karena itu memutuskan untuk belajar
tahfidz (hafalan) di masjid Habiburrahman (PT DI) di bawah asuhan ustadz Abdul Azis Abdur Rauf, Lc (al hafidz).
* Quantum Memori Al Qur’an (sebuah metode yang dipakai oleh Yayasan Baitul Hikmah Bandung yang juga dipakai oleh ESQ-nya Ary Ginanjar Agustian).
* Pilih salah satu dari 2 tipe penghafal:
* TIPE LAMBAT: tidak akan menambah hafalan jika hafalan lama belum sempurna betul, sehingga
waktu banyak dipakai untuk mengulang- mengulang hafalan.
* TIPE CEPAT: lebih dipentingkan setoran tambahan, jika dirasa sudah hafal, langsung setor
kepada pembimbing dengan mengesampingkan terlebih dahulu kegiatan mengulang hafalan.
Kiat-kiat yang dipakai Nizar antara lain sebagai berikut:
* Atur kembali ”jadwal hidup”, bangun jam 12 malam, manfaatkan waktu sampai shubuh untuk
menghafal yang baru dan mengulang hafalan.
* Alokasi waktu yang paling mudah dikurangi adalah waktu tidur, resikonya bulan-bulan pertama
bakal ngantuk sebagai tantangan utama, namun selanjutnya akan teratasi.
* Memanfaatkan ”waktu-waktu tunggu” untuk menghafal dan mengulang hafalan, antara lain:
Menunggu rapat dimulai, Menunggu lampu hijau menyala,Saat-saat macet, ”Waktu break”, daripada
ngobrol nggak jelas, lebih baik untuk menghafal
* Beristiqomahlah dalam menghafal dengan cara: Selama menghafal perbanyak beramal sholeh,
menjaga sedemikian rupa sehingga sholat fardhu tidak terlambat, meski hanya terlambat takbiratul
ihram.
* Menambah ibadah sunah (sholat tahajud, sholat rawatib shoum sunah).
* Menjaga perut karena sangat rawan dan berpengaruh terhadap penyakit ”ngantuk”.
* Sensitif terhadap makanan yang halal, selalu memperhatikan label halal terhadap makanan
kemasan.
* Menambah infaq.
* Banyak berdo’a agar dimudahkan oleh Allah karena senjata pamungkas muslimin adalah do’a.
Closing remark:
”Kesibukan di kantor tidak mengurangi kesempatan
berinteraksi dengan Al Qur’an”
* Jangan merasa cukup dengan apa yang sudah kita lakukan. ”ah, tadi pagi kan sudah membaca Al
Qur’an, sekarang tidak perlu”. ”ah, kemarin kan sudah, sekarang tidak usah” harus dihilangkan.
* Berusahalah untuk merasakan kenikmatan dan mendambakan kenikmatan berlama-lama
berinteraksi dengan Al Qur’an.
* Yakinlah atas mu’jizat Al Qur’an sehingga kita bisa merasakan keagungan Al Qur’an
* Benchmark: rokok saja (yang jelas-jelas tidak ada gunanya bahkan haram menurut fatwa MUI) bisa
membuat orang ”sangat akrab”, masa tidak bisa akrab dengan Al Qur’an
* Perbanyak tilawah Qur’an dengan belajar dari best practice: Abu Hanifah sepanjang hayatnya
mengkhatamkan Al Qur’an 7000 x (anggap saja umurnya 70 th, sehingga kurang lebih sepekan
khatam 2 kali).
* Tidak memakai ”tapi” dalam membangun motivasi. ”saya ingin menghafal Al Qur’an, tapi kan
saya sibuk”, ”tapi kan saya sudah 60 th”, ”tapi kan saya harus berinteraksi intensif dengan anak’, ”tapi kan …. tapi kan … tapi kan …” hilangkan ”tapi”, ganti dengan YAKIN, YAKIN dan YAKIN
* Jika sudah YAKIN, lanjutkan dengan ”BERAKSILAH”, yaitu perbanyak tilawah dan hafalan
* Cari dan tumbuhkan segala macam alasan agar tekad bulat selalu terjaga.
* Tinggalkan logika manusia (terlalu banyak yg dihafal, sibuk, sudah tua, dll) yang bisa
menghambat semangat menghafal Al Qur’an * Konsentrasi pada ”AKSI”, jangan konsentrasi pada
hasil dan jangan memikirkan kendala
* Jangan jadikan usia sebagai kendala, banyak sudah contoh saudara kita yang berhasil menjadi
penghafal Al Qur’an dalam usia yang sudah lanjut 
* Targetkan ”Al Fatihahkan” semua surat dalam Al Qur’an (hafal betul seperti menghafal Al Fatihah)
* Tetapkan target, misal ”sebelum usia 40 th, saya harus sudah menghafal Al Qur’an). Target yg paling baik adalah ”sebelum tutup usia, saya harus sudah selesai menghafal Al Qur’an”, karena usia manusia tidak ada yang tahu, sehingga kita akan semangat setiap saat untuk menghafal.
* Tanamkan dalam diri bahwa hidup hanya sekali dan sebentar, harus manfaatkan waktu yang sekali
dan sebentar ini untuk menghafal Al Qur’an 
* Sering-seringlah mentafakuri kehidupan
* Perbanyak berdoa dan beramal sholeh
”Semoga kita semua ditakdirkan oleh Allah menjadi bagian dari para penghafal Al Qur’an”
https://www.facebook.com/notes/miftachudin-al-fatih/nizar-manajer-pt-telkom-yang-hafal-al-quran-dalam-15-tahun/2277374607290