Category Archives: Mentari Hati

Kado Ied dari Nabi

Dalam setahun ada 5 hari yang diharamkan puasa; ‘Idul Fitri (1 Syawal), ‘Idusl Adha (10 Dzulhijjah) dan 3 hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah). Pengharaman itu sebagaimana yang disabdakan Nabi dalam dua hadits berikut ini:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ
عَنْهُ: «أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ، يَوْمِ الْفِطْرِ، وَيَوْمِ النَّحْرِ»
Dari Abu Said al Khudry radhiallahu anhu berkata:
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang puasa dua hari; Idul Fitri dan Idul Adha.” (Muttafaq Alaih)

عَنِ عائشة وابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُما، قَالاَ: «لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ، إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدِ الهَدْيَ»
Dari Aisyah dan Ibnu Umar radhiallahu anhuma keduanya berkata:
“Tidak diizinkan pada hari-hari Tasyriq untuk berpuasa kecuali bagi yang tidak mempunyai hadyu.” (HR. Bukhari) Continue reading Kado Ied dari Nabi

Dakwah Kok Berhenti

Sahabat,

Semoga Allah menjaga semangatnya fisabilillah

Ketahuilah, bahwa ladang amal kita dalam kalam
menempatkan sasaran dakwah utamanya bukan
untuk orang lain atau yang kita berikan donasi.
Mereka hanya wasilah. Sekedar sarana.

Yang menjadi sasaran dakwah dalam setiap
amal dalam kalam kita adalah DIRI KITA SENDIRI.

Maka ketika beramal dalam kalam, sasar ‘SI DIRI’ Continue reading Dakwah Kok Berhenti

Semua Dosa Diampuni

Sahabat yang baik,

Dosa sepenuh langit, bila tetap berdoa, hanya berharap dan memohon maghfiroh Alloh, Alloh ampuni.

Dosa sepenuh bumi, jika datang kepada Alloh mohon ampunan Alloh dan tidak syirik, maka Alloh kan beri ampunan sepenuh bumi.

Jauhi syirik dan tetaplah berbaik sangka kepada Alloh.

Berdoalah : Duhai Alloh aku berlindung kepadaMu dari syirik yang kami ketahui dan tidak kami ketahui.

www.harisanusi.com

Mantapkan Tujuan

Pernahkah sahabat berada dalam satu kendaraan menuju satu tujuan, dengan satu janji yang amat penting dan mendesak dan sahabat menganggap itu jalan yang benar tetapi kemudian diketahui bahwa ternyata jalan yang sahabat tempuh ternyata salah. Waduh, kacau. Barangkali itu perasaan sahabat. Atau sahabat marah kepada yang menjadi supir sahabat, atau sahabat menyalahkan peta, atau kesal dan menyalahkan diri sahabat sendiri kenapa tadi tidak berangkat lebih awal. Nasi sudah menjadi bubur. Mungkin, sahabat akan menenangkan diri dan bergumam mudah-mudahan lain kali itu tidak terjadi lagi.

Continue reading Mantapkan Tujuan

Mensucikan Jiwa

Sahabat yang baik,
Nafsu syahwat itu selalu berbisik kepada jiwa agar ia dituruti.
Kadang akal mencegahnya, ia terus melakukan tipu daya.

Bahkan ribuan kali ia merayu kepada jiwa.
Ini nikmat, ini enak, coba saja!

Sampai mata jiwa tertutup dan keburukan berlanjut.
Dan Nafsu tidak akan berhenti sampai jiwa, akal, diri hancur dalam kehinaan.

Continue reading Mensucikan Jiwa