Category Archives: Sistem 7 Integritas

Dakwah Kok Berhenti

Sahabat,

Semoga Allah menjaga semangatnya fisabilillah

Ketahuilah, bahwa ladang amal kita dalam kalam
menempatkan sasaran dakwah utamanya bukan
untuk orang lain atau yang kita berikan donasi.
Mereka hanya wasilah. Sekedar sarana.

Yang menjadi sasaran dakwah dalam setiap
amal dalam kalam kita adalah DIRI KITA SENDIRI.

Maka ketika beramal dalam kalam, sasar ‘SI DIRI’ Continue reading Dakwah Kok Berhenti

Sahabat Ruh

38 RUH PECINTA versi 2Sahabat,
Ruh para pecinta Alloh
ringan, terbang.
Ia terbang di pulau-pulau amal yang banyak.
Ayo terbanglah wahai ruh naiklah dan terus naik.
Tanggalkan beban-beban.
Tinggalkan musuh-musuh.
Naik melewati batas langit yg tidak lagi Iblis Syetan mengikutimu.
Dan engkaulah penduduk langit yg berjihad di bumi. Di jalan Alloh. Bersama dengan sahabat-sahabat ruh lainnya

www.harisanusi.com

Teruslah Naik

38 PUNCAK SURGATeruslah naik.
Naiklah terus ke puncak surga.
Bersama hafalan quran yang engkau bawa dalam dirimu.

Jangan engkau bawa duniamu, disini tidak diterima walau hanya mencium bau surga. Bahkan tangismu tidak boleh ada disini.

Wahai jiwa, apa yang membuatmu tertipu dari Rabb-mu yang pemurah.
Dari Alhaq yg selalu merindukanmu untuk bersemayam dalam jiwa.

Qurankan jiwa kami, Wahai DzatPemilik Lailatul Qadar.

@harisanusi

Perjalanan Mentari Hati

sahabatku,
hatimu adalah cermin yang mengilap. Engkau harus membersihkan tabir debu yang mengotorinya. Hati ditakdirkan untuk memantulkan cahaya rahasia Ilahi. Ketika cahaya dari

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ

Allah [Yang] adalah Cahaya langit dan bumi

مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ

mulai menyinari bagian-bagian hatimu, pelita hati akan menyala. Pelita hati itu di dalam kaca dan kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) Continue reading Perjalanan Mentari Hati

Menciptakan atau Diciptakan

Sahabat pendamba taqwa,

Ulang-ulanglah pertanyaan ini dalam kesendirian kita,
Apakah kita tercipta dengan sendirinya atau diciptakan?

bila yakin bahwa kita diciptakan. Pertanyaan berikutnya,
Apakah kehidupan kita ada dalam jaminan pencipta kita atau tidak?

bila jawabannya ya.
maka amal utama yang diciptakan adalah mengabdi kepada penciptanya.
Dan sungguh telah nyata ia pasti tidak disia-siakan.

Maka, jadilah pengabdi
wahai yang tercipta dari ketiadaan

www.harisanusi.com

Kendalikan Nafsumu

Sahabat yang baik,
jangan coba menyerah untuk kendalikan nafsu
dan jangan menyerah untuk mencoba bersabar dalam meluruskan rayuan nafsu.

Ketahuilah! Ia tidak pernah bosan untuk meminta, menuntut dan memenuhi semua keinginannya.
Nafsu seperti anak kecil yang terus merengek dan untuk itulah ia mesti disapih dengan baik.
Senanglah mendidik nafsu dengan ilmu dan mintalah pertolongan Alloh dari keburukan nafsu.

Berdoalah, Wahai yang membolak balikan hati, tetapkanlah hati kami diatas petunjuk agamamu dan diatas ketaatan kepadaMu.

www.harisanusi.com