Sahabat,
Kehidupan di di dunia memiliki sunnah. Sunnah yang dipergilirkan. Dalam keluasan qada qadarNya yang tiada manusia yang mengerti walau sedebu. Mengapa begini? Mengapa begitu? Sehingga apapun yang dihasilkan manusia adalah produk zhanni. Yang tidak pernah ajeg untuk selamanya.

Sahabat,
Pergiliran itu bisa jadi. Kondisi tidak pintar, tidak kaya, tidak berkuasa, bukan siapa-siapa dan tidak juara apa-apa. Tidak mendapatkan bagian dunia yang menggembirakan. Kalau itu terjadi, terimalah. Jangan minder, jangan merasa gagal, rendah diri apalagi marah campur dendam dengan nasib. Sadarilah sunah pergiliran dan pengaturan kehidupan dunia.

Sahabat,
Yang utama adalah penerimaan atas setiap sunah pergiliran didasari kesadaran kepasrahan kepada Tuhan. Dinafasi dengan syukur atas sekecil apapun nikmat. Yang apabila direnungi tiap manusia sesungguhnya tenggelam dalam samudera nikmat. Diselimuti oleh keikhlasan pada setiap keadaan. Dan menghadap dengan wajah ridho kepada tiap putusan dan ketentuanNya.

Sahabat,
Yang penting, tiap hari bersemangat menjemput takdir terbaik. Jauh dari kursi kemalasan. Meninggalkan kekhawatiran tidak mendapatkan bagian. Tidak lemah bertarung dalam medan keberperanan. Tidak kikir untuk berbagi manfaat ragam nikmat ditangan. Tidak kerdil dan pengecut dalam melakoni prinsip dan nilai perjuangan. Tidak menjual harga dan martabat diri kemanusiaan. Alias menjual akhirat untuk dunia. Naudzubillah.

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطً

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas – Alkahfi : 28

@harisanusi
#semangatpermanen
#membangunsurghariini
#shollualannabiyy

Artikel Terkait