Tag Archives: Akhlak

​Sudah Lama “Ngaji” Tetapi Akhlak Tidak Baik

 

Tanda Orang Beraklak Tinggi Adab Beragama Agama Dan Akhlak Ahlak Murid Kpd Guruny Ahlaq Baik Atau Buruk Allah Yang Menhukum Bukan.manusia
“Akh, ana lebih senang bergaul dengan ikhwan yang akhlaknya baik walaupun sedikit ilmunya”. [SMS seorang ikhwan]
“Kok dia suka bermuka dua dan dengki sama orang lain, padahal ilmunya masyaAlloh, saya juga awal-awal “ngaji” banyak tanya-tanya agama sama dia”. [Pengakuan seorang akhwat]

Continue reading ​Sudah Lama “Ngaji” Tetapi Akhlak Tidak Baik

Cium Tangan Sang Guru

Mungkin guru ngaji kita seorang ustadz yang sederhana, tidak rupawan, tidak ahli ceramahan, tidak dapat gajian, tidak punya gelar pendidikan, tidak dikenal banyak orang, tidak pernah tampil di tv, radio dan koran, dan mungkin penampilannya kampungan…

MUNGKIN DIMATA DUNIA BELIAU TIDAK DIPERHITUNGKAN!

Tapi ingatlah 8 jasa-jasa luar biasa guru ngaji kita dibawah ini yang tidak bisa dinilai dengan apapun..

1. Jika iman adalah jalan keselamatan, ketenangan dan kebahagia dunia akhirat. maka ingat, guru ngaji kita lah yang menanamkan iman pada kita.

2. Jika isi otak, hati dan jiwa manusia lebih utama daripada isi perut manusia. maka ingat, guru kitalah yang telah mengisi ilmu dan ruhiyah otak, hati dan jiwa kita. Continue reading Cium Tangan Sang Guru

Tegar Saat Yang Lain Terlempar. Ayahku Hebat

Pentingnya Sebuah Proses!
(Tegar Saat Yang Lain Terlempar)
Di Suatu Sore, Seorang Anak  Datang Kepada Ayahnya Yg Sedang Baca Koran… 

“Oh Ayah, Ayah”
“Ada Apa?”
“Aku Capek, Sangat Capek … Aku Capek Karena Aku Belajar Mati Matian Untuk Mendapat Nilai Bagus Sedang Temanku Bisa Dapat Nilai Bagus Dengan Menyontek… Aku Mau Menyontek Saja….!! Aku Capek. Sangat Capek…!!

Aku Capek Karena Aku Harus Terus Membantu Ibu Membersihkan Rumah, Sedang Temanku Punya Pembantu, Aku Ingin Kita Punya Pembantu Saja!
Aku Capek, Sangat Capek …

Aku Cape Karena Aku Harus Menabung, Sedang Temanku Bisa Terus Jajan Tanpa Harus Menabung!
Aku Ingin Jajan Terus!

Aku Capek, Sangat Capek Karena Aku Harus Menjaga Lisanku Untuk Tidak Menyakiti, Sedang Temanku Enak Saja Berbicara Sampai Aku Sakit Hati Dan Sakitnya disini (sambil nunjuk hati)

Aku Capek, Sangat Capek Karena Aku Harus Menjaga Sikapku Untuk Menghormati Teman Teman Ku, Sedang Teman Temanku Seenaknya Saja Bersikap Kepada Ku Dan Songong banget…!

Aku Capek Ayah, Aku Capek Menahan Diri… Aku Ingin Seperti Mereka… Mereka Terlihat Senang, Aku Ingin Bersikap Seperti Mereka Ayah ! ..”

Sang Anak Mulai Menangis…
Kemudian Sang Ayah Hanya Tersenyum  Dan Mengelus Kepala Anaknya Sambil Berkata..
” Anakku Ayo Ikut Ayah, Ayah Akan Menunjukkan Sesuatu Kepadamu”

Lalu Sang Ayah Menarik Tangan Sang Anak Kemudian Mereka Menyusuri Sebuah Jalan Yang Sangat Jelek, Banyak Duri, Serangga, Lumpur, Dan Ilalang rumput yang bergoyang…
Lalu Sang Anak Pun Mulai Mengeluh
” Ayah Mau Kemana Kita?? Aku Tidak Suka Jalan Ini, Lihat Sepatuku Jadi Kotor, Kakiku Luka Karena Tertusuk Duri. Badanku Dikelilingi Oleh Kecoa dan Serangga lainnya, Berjalanpun Susah Krn Ada Banyak Ilalang… Aku Benci Jalan Ini Ayah”

Sang Ayah Hanya Diam.
Sampai Akhirnya Mereka Sampai Pada Sebuah Telaga Yang Sangat Indah, Airnya Sangat Segar, Ada Banyak Kupu Kupu, Bunga Bunga Yang Cantik, Dan Pepohonan Yang Rindang…
“Wwaaaah… Tempat Apa Ini Ayah? Aku Suka! Aku Suka Tempat Ini!”

Sang Ayah Hanya Diam Dan Kemudian Duduk Di Bawah Pohon Yang Rindang Beralaskan Rerumputan Hijau.
“Kemarilah Anakku, Ayo Duduk Di Samping Ayah”
Ujar Sang Ayah, Lalu Sang Anak Pun Ikut Duduk Di Samping Ayahnya.
” lAnakku, Tahukah Kau Mengapa Di Sini Begitu Sepi? Padahal Tempat Ini Begitu Indah…?”
” Tidak Tahu Ayah, Memangnya Kenapa?”
” Itu Karena Orang Orang Tidak Mau Menyusuri Jalan Yang Jelek Tadi, Padahal Mereka Tau Ada Telaga Di Sini, Tetapi Mereka Tidak Bisa Bersabar Dalam Menyusuri Jalan Itu”
” Ooh… Berarti Kita Orang Yang Sabar Ya Yah? ”
” Nah, Akhirnya Kau Mengerti”
” Mengerti Apa? Aku Tidak Mengerti”

” Anakku, Butuh Kesabaran Dalam Belajar,
Butuh Kesabaran Dalam Bersikap Baik,
Butuh Kesabaran Dalam Kujujuran,
Butuh Kesabaran Dalam Setiap Kebaikan Agar Kita Mendapat Kemenangan, Seperti Jalan Yang Tadi…

Bukankah Kau Harus Sabar Saat Ada Duri Melukai Kakimu, Kau Harus Sabar Saat Lumpur Mengotori Sepatumu, Kau Harus Sabar Melawati Ilalang Dan Kau Pun Harus Sabar Saat Dikelilingi Serangga Kecoa…

Dan Akhirnya Semuanya Terbayar Kan? Ada Telaga Yang Sangatt Indah.. Seandainya Kau Tidak Sabar, Apa Yang Kau Dapat? Kau Tidak Akan Mendapat Apa Apa Anakku, Oleh Karena Itu Bersabarlah Anakku”

” Tapi Ayah, Tidak Mudah Untuk Bersabar ”
” Aku Tau, Oleh Karena Itu Ada Ayah Yang Menggenggam Tanganmu Agar Kau Tetap Kuat …

Begitu Pula Hidup, Ada Ayah Dan Ibu Yang Akan Terus Berada Di Sampingmu Agar Saat Kau Jatuh, Kami Bisa Mengangkatmu, Tapi… Ingatlah Anakku… Ayah Dan Ibu Tidak Selamanya Bisa Mengangkatmu Saat Kau Jatuh, Suatu Saat Nanti, Kau Harus Bisa Berdiri Sendiri… Maka Jangan Pernah Kau Gantungkan Hidupmu Pada Orang Lain.

Jadilah Dirimu Sendiri… Seorang Pemuda Yang Kuat, Yang Tetap Tabah Dan Teguh Karena Ia Tahu Ada Tuhan Besertanya, Maka Kau Akan Dapati Dirimu Tetap Berjalan Menyusuri Kehidupan Saat Yang Lain Memutuskan Untuk Berhenti Dan Pulang… Maka Kau Tau Akhirnya Kan?”

” Ya Ayah, Aku Tau.. Aku Akan Dapat Surga Yang Indah Yang Lebih Indah Dari Telaga Ini … Sekarang Aku Mengerti … Terima Kasih Ayah , Aku Akan Tegar Saat Yang Lain Terlempar ”
Sang Ayah Hanya Tersenyum Sambil Menatap Mata Anak Kesayangannya.

Sesuatu Yang Paling Banyak Memasukkan Manusia ke Surga

Dari Abu Hurairah Radiyallahu’anhu ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Amal yang paling banyak memasukkan ke surga ialah taqwa kepada Allah dan akhlaq yang baik.” (HR. at-Tirmidzi. Hadits ini dinilai shahih oleh al-Hakim).
Footnote:
HR. at Tirmidzi no. 2004 dan al Hakim (4/324). Syaikh al-Albani berkata dalam Shahih Sunan at Tirmidzi 2/379: “Hasan”.

Takwa dan Akhlak Yang Baik

Sahabat,
Mari bersama menjaga pakaian takwa.
Rasulullah saw, ditanya ‘apa yang paling banyak memasukkan manusia ke surga?’ Rasulullah saw menjawab ‘Taqwa kepada Allah dan akhlak yang baik’. Mudah-mudahan itu kita.
‘Lalu apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka?’ Rasulullah saw menjawab ‘Dua rongga, yaitu mulut dan kemaluan.’ Naudzubillah min dzalik.
www.harisanusi.com