Tag Archives: Cara Mendidik Anak

Keutamaan Mendidik Anak

Nabi SAW bersabda :”Tidak ada pemberian orang tua kepada Anaknya yg lebih utama dari pada budi pekerti yg baik”(HR.Turmudzi & Al Hakm dari Amru bin Sa’id bin Al’Ash)
Budi Pekerti adalah perilaku yg terpuji, baik ucapan maupun perbuatan
Sebaik2nya Budi Pekerti itu dapat mengangkat Hamba Sahaya sampai Tingkat Raja
Nabi SAW bersabda : “Siapa menghendaki untuk merendahkan orang yg dengki kepadanya, maka hendaklah mendidik anaknya”(HR Ibnu Majah dari Anas bin Malik ra.)

Mendidik anak utk menghormati orang yg lebih tua dan mengasihi orang yg lebih muda
Nabi SAW bersabda :”Sesungguhnya seorang yg mendidik Anaknya adalah lebih baik baginya dari pada bersedekah (setiap hari) satu Sha'”(HR Turmudzi dari Jubir bin Samurah,Hadist Hasan)
Nabi SAW bersabda :”Hai sekalian kaum muslimin, siapa yg dikarunia anak Oleh Allah SWT, maka ia wajib mendidik dan mengajarnya, sebab orang yg mengajar anaknya dan mendidiknya, niscaya Allah SWT melimpahinya syafa’at kepadanya. Dan siapa yg membiarkan anaknya menjadi bodoh, maka ia mendapat bagian setiap dosa yg diperbuat anaknya itu (dalam Riyadlus Shalihin)
Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya didalam Surga terdapat rumah yang disebut “Darul Farah/Rumah Kesenangan” tidak akan masuk kedalamnya kecuali orang yg menyenangkan anak2 kecil”(HR Abu Ya’la dari A’isyah)
Nabi SAW bersabda :”Hendaknya kamu semua memuliakan anak-anakmu, karena sesungguhnya orang yg memuliakan anak2nya, Allah SWT memuliakanya di Surga”
Nabi SAW bersabda : “Hendaklah kamu semua memuliakan Anak-anakmu, karena sesungguhnya Kemuliaan anak-anak itu adalah akan tertutup dari Neraka”
Nabi SAW bersabda : “Melihat muka anak-anak denga Rasa Syukur adalah seperti melihat Muka Nabinya”
Laki2 yg Mulia adalah Laki2 yg Memuliakan terhadap Istrinya, Laki2 yg Mulia adalah Laki2 yg Memuliakan terhadap Anak2nya 
(Catatan pengajian Subuh 11/05/14 bersama : Ust.Asep Sofwan di Masjid Al-Hidayah, semoga bermanfaat)

Ayahku Hebat

To: Single men
Married men
A father
Father-to-be…

“Statistik membuktikan bahwa orang-orang yang kehilangan kasih sayang dari ayahnya, akan tumbuh dengan kelainan perilaku, kecenderungan bunuh diri, dan menjadi kriminal yang kejam.

Sekitar 70 % dari penghuni penjara dengan hukuman seumur hidup adalah orang-orang yang bertumbuh tanpa ayah.

Para ayah….

Anda dirindukan dan dibutuhkan oleh anak² Anda.

Jangan habiskan seluruh energi dan pikiran di tempat kerja, sehingga waktu tiba di rumah para ayah hanya memberikan ”sisa-sisa” energi dan duduk menonton TV.

Peluk anak² Anda, dengarkan cerita mereka, ajarkan kebenaran & moral.

Dan Anda tidak akan menyesal……
karena anak-anak Anda akan hidup sesuai jalan yang Anda ajarkan dan persiapkan.

Ayah yang sukses bukanlah pria paling kaya atau paling tinggi jabatannya di perusahaan atau lembaga pemerintahan, tetapi seorang pria yang anak lakinya berkata:

“Aku mau menjadi seperti ayahku nanti”
atau anak perempuannya berkata:
“Aku mau punya seorang suami yang seperti ayahku”

Seorang ayah lebih berharga daripada 100 orang guru di sekolah.

Menjadi Orang Tua yang Lebih Bijak

Resensi Talkshow Parenting
“Refleksi Hijrah : Menjadi Orangtua yang Lebih Bijak”
Ada beberapa poin penting yang beliau bahas pada pertemuan itu :
✔Jadilah suami istri yang kompak dalam menjalankan tugas menjadi orangtua. Bukan aliran Sumatra atau Jawa yang kita pakai dalam menjalankan fungsi sebagai orangtua, jadikanlah Islam sebagai gaya hidup dan panduan

Continue reading Menjadi Orang Tua yang Lebih Bijak

Latih Disiplin Anak Tanpa Memukul

Setiap keluarga mempunyai cara sendiri-sendiri untuk menanamkan disiplin pada anak. Walau berbeda, sebenarnya tujuannya sama, yaitu menangani anak bandel atau yang bertingkah nakal.
Ketika Anda melihat si kecil berbuat kenakalan, entah itu di rumah, saat jalan-jalan di mal, atau ketika berkunjung rumah tetangga, mungkin secara refleks Anda akan berteriak, “Berhenti!” Atau, bisa jadi Anda akan memukul si kecil agar tidak melanjutkan perbuatannya.
Tahukah Anda, menurut pakar psikologi anak, menangani anak nakal dengan cara berteriak atau memukul dapat menimbulkan efek negatif pada emosi si kecil. Agar disiplin bisa dilatih sejak dini, kenali cara lain yang lebih efektif untuk buah hati Anda, seperti dikutip dari laman Modern Mom.

Beda Usia, Beda Cara
Pertimbangkan usia anak Anda. Cara menanamkan disiplin pada anak tidak sama di tiap usia. Beda usia, beda cara. Misalnya, untuk anak berusia 15 bulan, Anda bisa menggunakan cara pengalihan perhatian untuk membuatnya disiplin. Berbeda dari anak usia yang lebih muda atau lebih tua dari itu, Anda mengabaikan mereka jika merengek-rengek atau bertindak tidak tepat, untuk mendapatkan perhatian Anda.
Beri Contoh
Contohkan perilaku yang baik agar si kecil menirunya. Menurut penelitian, teknik itu selalu direspon baik oleh anak-anak. Sebab, memberi si kecil contoh dari apa yang harus dilakukan, bukan apa yang tidak boleh dilakukan.
Anak-anak lebih mudah meniru perilaku orang dewasa. Mereka lebih mudah menerima pendekatan itu dari pada diberi tahu apa yang tidak boleh mereka lakukan.
Berpegang Pada Aturan
Tetaplah berpegang pada aturan yang Anda tetapkan untuk buah hati. Setelah memberitahu harapan Anda pada si kecil, hal ini akan memperkuat perilaku yang ingin Anda lihat dari si kecil.
Beri Penghargaan
Anda harus ingat untuk selalu menghargai anak Anda setiap kali dia menunjukkan perilaku baik. Lontarkan pujian kepada si kecil tidak hanya lewat kata-kata, tapi juga menawarkan hadiah favoritnya. Si kecil tentu akan merasa Anda benar-benar bangga pada dirinya sendiri.
Ungkapkan Ketidaksetujuan Anda
Selalu ungkapkan pendapat Anda jika Anda merasa tingkahnya tidak tepat. Jelaskan kepadanya tentang perilaku yang tidak baik itu. Mengekspresikan pendapat Anda merupakan pendidikan keluarga yang bagus. Ini akan efektif mengubah perilaku si kecil.
Konsekuensi
Jika anak tidak disiplin atau melakukan kesalahan untuk pertama kalinya, segera ungkapkan kalau ia bersalah. Hal itu untuk menghindari ia melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Katakan juga padanya setiap kesalahan memiliki konsekuensi, salah satunya adalah hukuman. Hukuman bisa berupa tidak mengizinkannya menonton televisi beberapa hari atau memotong uang jajannya sementara waktu.
Jangan berikan hukuman fisik seperti memukul, hal itu hanya akan menimbulkan trauma dan bisa meregangkan hubungan Anda dengannya. Memberikan hukuman atau konsekuensi atas kesalahan anak juga melatih perkembangan psikologisnya. Mereka jadi lebih peka dan berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu kesalahan.

Kenapa Anak saya Penakut???

8 tehnik Mengatasi Anak Penakut

Anak yang penakut juga cenderung menjadi tidak mandiri. Hal ini karena anak merasa tidak aman dan membutuhkan kehadiran orang lain di dekatnya, terutama orangtuanya, untuk memberinya rasa aman.
Penyebab anak menjadi penakut antara lain sebagai berikut.

  1. Sering mendengarkan kisah atau dongeng yang menakutkan, misalnya tentang setan, jin, atau hantu.
  2. Sering ditakut-takuti. Misalnya, ketika anak sulit tidur, ibunya menakut-nakutinya dengan mengatakan bahwa di luar sana sudah gelap dan di dalam gelap ada makhluk menyeramkan yang akan memangsa anak yang tidak mau tidur. Atau, ketika anak rewel, untuk mendiamkan anak, ibu mengancam akan membawa anak ke dokter biar disuntik.
  3. Meniru sifat orangtuanya yang juga penakut.
  4. Trauma akan sebuah kejadian di masa lalu. Misalnya, anak pernah jatuh saat memanjat pohon atau naik sepeda. Hal ini akan membuat anak selalu merasa ketakutan. Dia selalu menolak jika diminta untuk memanjat pohon atau naik sepeda.
  5. Pola asuh atau perlakuan tidak menyenangkan dari orangtua. Misalnya, orangtua sering menghukum anak secara fisik, memberikan sanksi yang berat, marah dengan kata-kata yang menyakitkan, atau sering mengancam anak.

Rasa takut sebenarnya merupakan hal yang normal. Rasa takut berguna membuat orang menjadi waspada dan berusaha melindungi diri dari hal-hal yang membahayakan dirinya. Hanya saja, ketakutan yang berlebihan tentu berbeda masalahnya.

Ketakutan yang berlebihan, di samping akan menghambat proses perkembangan anak, juga berpontensi membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang selalu cemas, labil, lemah, dan tidak berani mencoba, Padahal, keberanian sangat diperlukan untuk sukses menjalani kehidupan yang penuh tantangan dan masalah ini. Oleh karena itu, anak penakut harus mendapatkan bantuan untuk melawan ketakutan-ketakutan berlebihan yang mengganggu jiwanya.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi anak penakut:

  1. Berhenti memberi anak dongeng atau cerita-cerita yang menakutkan. Gantilah dengan dongeng atau cerita yang menginspirasi, menyemangati, dan menggembirakan.
  2. Memberikan anak contoh bahwa orangtuanya bukanlah pribadi yang penakut. Kalaupun orangtua merasakan takut pada sesuatu, usahakan untuk menutupinya sehingga anak tidak mengetahui dan tidak tertular rasa takut tersebut. Katakan kepada anak bahwa takut merupakan sifat dasar manusia, tetapi tidak boleh berlebihan sehingga terlalu banyak hal yang ditakuti, padahal sebenarnya hal-hal tersebut tidak menakutkan atau tidak membahayakan.
  3. Mengajak anak untuk menghadapi ketakutannya. Misalnya, ajaklah anak ke tempat gelap, bak mandi, memegang kupu-kupu, dan sebagainya, bergantung sumber dari rasa takut yang dirasakannya. Yakinkan anak bahwa hal-hal yang ditakutkannya tersebut lama sekali tidak menakutkan dan tidak membahayakan. Namun, jika penyebab takutnya memang bersifat membahayakan, ajarkan anak cara-cara aman untuk menghadapinya.
  4. Jika penyebab ketakutan anak adalah trauma atas suatu kejadian di masa lalu, mintalah bantuan psikolog untuk menanganinya. Mintalah saran mengenai terapi yang tepat dan efektif untuk mengatasi ketakutan anak.
  5. Memberikan rasa aman dan nyaman pada anak. Yakinkan anak bahwa semua pasti baik-baik saja. la dalam keadaan aman.
  6. Memastikan pola asuh yang diterapkan orangtua tidak membuat anak merasakan ketakutan yang berkepanjangan. Jika ada pola asuh yang dirasa salah sebelumnya, segera koreksi dan perbaikilah.
  7. Memberi pujian ketika anak menunjukkan perubahan perilaku yang menjadi lebih berani dibandingkan biasanya.
  8. Memberi anak pengertian bahwa keberanian sangat dibutuhkan untuk keberhasilan di masa depannya.

Sumber : www.facebook.com

Ingin Anak Anda Cerdas, Lakukan ini Tiap Hari!

Nah, berikut ini ada beberapa tips tentang kebiasaan yang mencerdaskan anak

5 hal yg wajib dilakukan setiap hari utk mencerdaskan anak :
1. Bacakan buku u/ anak slma 15 menit setiap hari. Membacakan buku scra teratur sejak kecil penting bagi kemampuan bahasa,mempererat hubungan & mengembangkan otak anak.

2. Bermain dg anak di lantai slma 10 menit. Org dewasa & anak prlu berada pd tingkat fisik yg sama spy bs bersenang-senang brsama.

3. Ngobrol dg anak 20 menit dg mematikan TV. Matikan sgla gangguan eksternal, spt TV, ini sangat penting spy anda bs fokus dlm mengobrol shg tak ada yg mengalihkan prhatian kita.

4. Perhatikan sikap positif anak & pujilah dia. Ini trmasuk dlm kualitas interaksi antara orang tua & anak, bukan kuantitas.

5. Berikan anak makanan yg bergizi utk prtumbuhannya. Anak-anak membtuhkan makanan yg baik utk tumbuh kembang. Tetapi, yg jg penting selera dan kebiasaan makan trbentuk pd awal kehidupan. Maka itu, penekanan pd nutrisi sehat dlm kehidupan awal dpt menyebabkan kebiasaan makan yg sehat spnjang hidup skligus sbgai pncegahan obesitas dan pnyakit lainnya.

Well, sejauh yg saya tahu, semua anak itu cerdas. Tugas orang tua lah membantu menemukan potensi mereka dan mengembangkannya. Poin 1-4 bs dijadikan kesemptan utk mengenali anak dan mengetahui bakat juga minatnya. Jika anak tidak pandai matematika, mungkin saja dia pandai menggambar. Jika anak tidak pintar IPA, siapa tahu dia jago olahraga.

Jadi, teruslah mencari potensi anak, sebab manusia memang diciptakan berbeda dg keunikannya masing-masing.
Yap, selamat bertualang menemukan harta karun pd diri masing2 anak yaaa… Hehe..

Semoga bermanfaat =)