Tag Archives: Catatan Hati

Mantapkan Tujuan

Pernahkah sahabat berada dalam satu kendaraan menuju satu tujuan, dengan satu janji yang amat penting dan mendesak dan sahabat menganggap itu jalan yang benar tetapi kemudian diketahui bahwa ternyata jalan yang sahabat tempuh ternyata salah. Waduh, kacau. Barangkali itu perasaan sahabat. Atau sahabat marah kepada yang menjadi supir sahabat, atau sahabat menyalahkan peta, atau kesal dan menyalahkan diri sahabat sendiri kenapa tadi tidak berangkat lebih awal. Nasi sudah menjadi bubur. Mungkin, sahabat akan menenangkan diri dan bergumam mudah-mudahan lain kali itu tidak terjadi lagi.

Continue reading Mantapkan Tujuan

Perjalanan Mentari Hati

sahabatku,
hatimu adalah cermin yang mengilap. Engkau harus membersihkan tabir debu yang mengotorinya. Hati ditakdirkan untuk memantulkan cahaya rahasia Ilahi. Ketika cahaya dari

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ

Allah [Yang] adalah Cahaya langit dan bumi

مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ

mulai menyinari bagian-bagian hatimu, pelita hati akan menyala. Pelita hati itu di dalam kaca dan kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) Continue reading Perjalanan Mentari Hati

Cahaya Ilmu

Sahabat yang disayang Alloh,
Bentuk kenikmatan pertama yang Alloh anugerahkan kepada kita adalah nikmat diciptakan sebagai manusia yang sempurna, mulanya dari air yang hina yang berasal dari sulbi ayah kita. Setelah itu, Alloh pelihara dalam rahim ibu kita, lalu Alloh meniupkan sebagian ruhNya dalam janin dalam rahim ibu kita.

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.” QS.Shood : 72
Sampai akhirnya kita dilahirkan ke dunia. Sebuah proses penciptaan & pemeliharaan yang sempurna. Subhanalloh.
Continue reading Cahaya Ilmu

Nikmatnya Bersahabat, Indahnya Berteman

‎1.ooh nikmatnya bersahabat, dan itu diawali karena hati selamat dari buruk sangka #sahabat

2. selalu punya 1000 alasan untuk ber #baiksangka kepada #sahabat

‎3. karena kedudukan persahabatan yg mulia maka #sumpahpalsu adalah dosa besar yg merusak ukhuwah

Tingkatan terendah dari persahabatan adalah selamatnya hati dari buruk sangka. Semoga.

Manusia Ini Pasti Sukses

Sahabat mentari hati yang berbahagia,

Seorang mukmin sudah pasti menang dan bahagia. Kebahagiaan sejati yang didapatkan di dunia ini juga di akhirat kelak. Dan seorang mukmin akan memberikan cahaya kebahagiaannya untuk orang-orang disekitarnya. Cahaya yang menerangi.

Seorang ulama tabiin, Imam Hasan al-Bashn berkata, “Seorang mukmin adalah orang yang mengetahui bahwa apa yang Allah ‘azza wa jalla firmankan adalah sebagaimana yang Dia firmankan (tidak menggugat, mengeluh, menyesali, dan lain-lain).

“Seorang mukmin adalah orang yang paling baik amal-nya, paling takut kepada murka dan azab Allah. Andai pun ia menginfakkan hartanya sebesar gunung, ia tidak akan merasa aman dari siksa, sebelum ia menyaksikan sendiri bahwa ia benar-benar selamat setelah menyeberangi shirath. Makin bertambah ibadah, kesalehan, dan kebaikannya, makin bertambah pula kegelisahan dan kewaswasannya. Saat itu, ia masih mengatakan, ‘Aku tidak selamat.’

“Sementara itu, orang munafik selalu saja mengatakan, ‘Orang-orang yang berdosa juga banyak. Tuhan pasti akan mengampuni aku. Aku tidak akan apa-apa.’ Anggapan ini membuatnya lupa untuk beramal baik, dan ia hanya bisa berangan-angan dari Allah, untuk mendapatkan apa yang tidak mungkin ia dapatkan.

Sahabat mentari hati, mudah-mudahan kita tak kenal menyerah untuk menyempurnakan terus menerus iman, mencintai keimanan dan menjadi mukmin, kekasih Allah. Wallahu ‘alam bishshowaab.

Teruslah Berzikir …

“Janganlah meninggalkan dzikir, hanya karena anda tidak hadir bersama Allah dalam dzikir. Karena kealpaanmu jauh dari dzikir itu lebih berbahaya ketimbang kealpaanmu kepadaNya ketika sedang berdzikir.”
Syaikh Ibn Athoillah

Dzikir merupakan ibadah paling utama dan paling penting dalam perjalanan menuju kepada Allah Ta’ala. Karena itu menempati posisi kunci dalam memberishkan diri. Karena itu jika seseorang berdzikir lisannya, sementara hatinya tidak hadir di depan Allah, sama sekali dzikir tidak bisa ditinggalkan. Sebab orang yang sama sekali jauh dari dzikir itu, resikonya lebih berbahaya ketimbang orang yang tidak hadir jiwanya ketika berdzikir.

Allah swt, berfirman: “Berdzikirlah kepadaKu, niscaya Aku mengingatmu.” Dan firmanNya yang lain, “Sebagaimana dzikirnya para penduhulumu atau lebih kuat dzikirnya dari itu.” Dan wasiat Nabi saw, “Hendaknya lisan kalian senantiasa basah dengan dzikirullah.”

Karena itu diperingatkan agar kita tetap berdzikir walaupun hati kita tidak hadir pada Allah. Sementara alpa pada Allah (dzikrullah) bisa berdampak lebih negatif. Hal demikian, menurut Syeikh Zaruq disebabkan karena tiga hal:
Pertama, apapun adanya dzikir berarti menghadap, apa pun kondisinya. Sementara alpa itu berarti mengabaikan secara total.
Kedua, dzikir bisa menjadi perias ibadah, sementara alpa dari Allah bisa menafikannya.
Ketiga, adanya dzikir itu berarti siap menerima hembusan rahmat Allah, yang bisa meningkatkan dari yang lebih rendah menuju yang lebih tinggi, sedangkan alpa dari dzikir bisa mengosongkan semua itu.

“Siapa tahu Allah meningkatkan dzikir dengan hati alpa, menuju dzikir dengan sadar Ilahi, dari dzikir yang sadar Ilahi menuju dzikir Hadir Ilahi, dari dzikir Hadir Ilahi menuju dzikir dengan mengosongkan segala hal selain Allah.”

Karenanya Allah memperingatkan,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (٤١)وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا (٤٢)

“Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah, dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepadaNya, pagi sampai sore (sore sampai pagi). Dialah yang melimpahkan rahmat kepadamu dan para malaikatNya.” (Al-Ahzaab: 42)

Konsekwensi kita selalu berdzikir kepada Allah dan alpa kepada Allah antara lain:
Jika kita alpa kepada Allah pasti yang teringat di benak kita adalah selain Allah.
Jika kita mengingat sadar akan Allah, kita akan menapaki kemesraan demi kemesraan dengan Allah.

Jika kita hadir di hadapan Allah, kita akan patuh dan tunduk kepadaNya.Jika kita lupa pada segala hal selain Allah, kita akan fana’ kepadaNya.Jika kita fana’, segala yang ada akan tiada. Sulthonul Auliya Syeikh Abul Hasan asy-Syadzily mengatakan, “Hakikat dzikir adalah konsentrasi penuh kepada yang Diingat, sehingga yang lain tak teringat. Sebagaimana firman Allah swt, “Dzikirlah dengan Nama Tuhanmu dan lakukanlah dengan sepenuhnya.” Yakni bukan hal yang terhalang jika Allah menghendaki. [@harisanusi]

7 Tips Menikmati Hidup


1. Pikirkan pikiran-pikiran positif.
Ketika Anda menemukan diri Anda berpikir pikiran negatif, hentikan segera dengan cara apapun yang diperlukan.He he he Bila perlu, tampar wajah sendiri, berteriak sesuatu yang positif di bagian atas paru-paru sahabat atau melompat naik dan turun. Sekali lagi, ini untuk kebahagiaan dan kesuksesan sahabat.

2. Cobalah untuk fokus pada hari ini
Masa lalu tidak akan kembali, jangan gadaikan hidup kita kepada kesalahan masa lalu. Minta ampunlah kepada Alloh. Mulailah rangkai masa depan dengan hasil yang baik hari ini. Masa lalu jadi pelajaran, masa kini adalah tindakan kebahagiaan untuk sukses di esok hari.

3. Lebih fokus lagi, hidup pada saat ini.
Bahkan 10 menit lalu adalah masa lalu. Jika sahabat senatiasa dzikir, pada saat ini sahabat akan selalu senang karena tidak ada yang salah dalam sepersekian detik.

4. Secara kontinu, kurangi keinginan
Mereka yang memiliki banyak obsesi tentang materi haru bersiap ketika materi itu hilang dari diri mereka taua tidak tercapai. Menjadi orang yang sedikit keinginan kan membuat hiudp menjadi lebih bermakna. Bedakan antara keinginan dan tindakan positif.

5. Jaga kebugaran Kita boleh jadi memiliki kekayaan, tetapi tanpa badan yang bugar, itu semua tidak bisa kita nikmati. Kita hanya punya satu tubuh, jadi jangan jadi pemalas untuk rajin merawatnya.

6. Seyumlah lebih sering
Ketika kita tersenyum, otak kita mengeluarkan serotonin, homon kebahagiaan. Senyum adalah jalan alami untuk bahagia

7. Bertafakurlah setiap malam setidaknya selama 1 jam.
Dalam dunia modern di mana semua orang sangat terhubung dengan segala sesuatu yang lain melalui ponsel, TV dan internet, orang yang paling jarang menikmati keindahan keheningan. Kemampuan untuk menenangkan pikiran dan merilekskan tubuh adalah seni dan keterampilan yang setiap orang harus berkembang. Dan Alloh menyediakan waktunya untuk kita.Cukup duduk di suatu tempat, lebih baik di alam, dan fokuslah berdzikir, membava Alquran. Biasakanlah maka anda akan mendapatkan keindahan, merasa sangat jernih dan tumbuh. Satu-satunya cara untuk benar-benar memahami tips ini adalah dengan mencobanya. Mari membangun surga hari ini !

@KuliahMQ


Hari Sanusi, Muhammad –

Mengambil Kekuatan dari Musibah

Tidak ada manusia yang menginginkan harapannya sirna, cita-citanya tak kunjung kesampaian, badannya sakit menahun dan musibah meliputinya. Namun, kehidupan berjalan dengan sunnatullohnya sendiri, ada siang malam, hujan juga paceklik. Kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengubah arah layar, demikian petuah bijak mengajarkan kita.

Tidaklah Allah swt. menciptakan peristiwa, atau kejadian sesuatu yang sia-sia. Manusia dianjurkan untuk merenung dan mengambil pelajaran dari berbagai macam peristiwa yang terjadi. Islam sangat mendorong umatnya untuk menggunakan potensi yang Allah swt. berikan kepadanya; penglihatan, pendengaran, hati, panca indra yang lain agar difungsikan untuk merenung hikmah dibalik peristiwa.
Continue reading Mengambil Kekuatan dari Musibah

Berani Melakukan Perubahan

Sahabat, Perhatikan, sekali lagi perhatikan … semua disekeliling anda sedang berubah. Suka atau tidak suka. Cepat atau lambat. Lihat, dinding dan cat rumah anda berubah. Tanaman di teras rumah anda berubah. Sahabat, ibu, bapak dan saudara anda berubah. Tak terkecuali anda. Berubah. Semua di dunia ini terus berubah, semua yang tercipta mesti berubah. Semakin lama perubahan itu semakin cepat. Continue reading Berani Melakukan Perubahan