Tag Archives: Jiwa

Sunan Bonang – Menjadi Pribadi yang Menang

​*Menjadi Pribadi yang Menang (Falsafah Hidup Sunan Bonang)*

Sepanjang hidup manusia selalu berada di dalam arena peperangan *“Baratayudha”* _(jihad)_ antara kekuatan _nafsu muthmainnah/_ nafsu yang tenang/ sumber inspirasi ilahi _(Pendawa Lima)_ melawan _nafsu ammarah/_ nafsu yang mengajak pada keburukan, dan _nafsu lawwamah/_ nafsu yang mengajak pada penyesalan masa lalu, dan kebimbangan masa depan  (100 pasukan Kurawa).

Perang berlangsung di medan perang  yang bernama *“Padang Kurusetra”* _(Kalbu)._ Melambangkan peperangan yang paling berat dan merupakan sejatinya perang adalah perang melawan diri sendiri yang letaknya di dalam kalbu. Continue reading Sunan Bonang – Menjadi Pribadi yang Menang

Mensucikan Jiwa

Sahabat yang baik,
Nafsu syahwat itu selalu berbisik kepada jiwa agar ia dituruti.
Kadang akal mencegahnya, ia terus melakukan tipu daya.

Bahkan ribuan kali ia merayu kepada jiwa.
Ini nikmat, ini enak, coba saja!

Sampai mata jiwa tertutup dan keburukan berlanjut.
Dan Nafsu tidak akan berhenti sampai jiwa, akal, diri hancur dalam kehinaan.

Continue reading Mensucikan Jiwa

Cahaya Ilmu

Sahabat yang disayang Alloh,
Bentuk kenikmatan pertama yang Alloh anugerahkan kepada kita adalah nikmat diciptakan sebagai manusia yang sempurna, mulanya dari air yang hina yang berasal dari sulbi ayah kita. Setelah itu, Alloh pelihara dalam rahim ibu kita, lalu Alloh meniupkan sebagian ruhNya dalam janin dalam rahim ibu kita.

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.” QS.Shood : 72
Sampai akhirnya kita dilahirkan ke dunia. Sebuah proses penciptaan & pemeliharaan yang sempurna. Subhanalloh.
Continue reading Cahaya Ilmu

Mensucikan Jiwa

Sahabat yang baik,
Nafsu syahwat itu selalu berbisik kepada jiwa agar ia dituruti.
Kadang akal mencegahnya, ia terus melakukan tipu daya.

Bahkan ribuan kali ia merayu kepada jiwa.
Ini nikmat, ini enak, coba saja!

Sampai mata jiwa tertutup dan keburukan berlanjut.
Dan Nafsu tidak akan berhenti sampai jiwa, akal, diri hancur dalam kehinaan.

Hidup menjadi sepi, kacau, penuh amarah dan hampa.

Cobalah resep ini, Pertama, pelajari tuntunan Alloh.
Kedua, Ambillah sikap sesuai tuntunan Yang Maha Mulia.
Ketiga, Tundukan nafsu diatas tuntunan Alloh.
Keempat, Ikatkan diri dengan teman yang memuliakan hidupmu.

Berdoalah, Duhai Alloh, anugerahkan kepada jiwa taqwanya, sungguh Engkau sebaik-baik yang mensucikan jiwa dan Engkau sebaik-baik kekasih dan pelindung bagi jiwa.