Tag Archives: Keluarga Sakinah

Bahaya Games Bagi Anak

Hasil Seminar tanggal 30 Oktober di Kemang Village, Jakarta, Oleh: Elly Risman, M.Psi – Yayasan Buah Hati

Di share dari teman yang ikut di Jakarta. Panjang tapi sangat menarik buat orang tua agar aware.
Seminar dibuka dengan layar presentasi yang menayangkan contoh SMS anak sekarang, dengan huruf biasa tapi dibuat secara ALAY, tapi dibuat sedemikian rupa, sehingga kami, seluruh orang tua yang ada di ruangan seminar, tidak ada yang bisa membaca SMS apakah itu? Apa maksud SMS tersebut?

Alaaahh…SMS alay kan bisa dibaca. Meski bikin mata dan otak kerja keras dulu buat tahu maksudnya? NO! Totally, nggak ada satupun yang bisa baca SMS tersebut. Dan, Taaaraa…..ternyata selain dengan huruf alay, SMS tersebut, dibacanya harus dengan posisi HP terbalik (bagian atas HP menjadi bagian bawah)! Can you imagine that????

Dan isinya adalah: ”Hi, sayang, aku kangen nih. Udah lama kita GA ML, Yuk, mumpung bonyok lagi pergi, yuk kita ketemuan…dsb .” (Sorry saya agak lupa persisnya namun isinya kurang lebih seperti itu – ML= Making Love=berhubungan SEX). Seisi ruangan seminar langsung heboh.
Note dari pembicara: SMS sayang-sayangan anak sekarang udah bukan “I love you/I miss u”, tapi sudah soal LAMA GA ML…Demmm…Ihikksss dari awal seminar, mata saya udah melotot lebaarr!

2. Anak-anak kita hidup di era digital. Banyak media elektronik dan cetak yang diakses anak, banyak yang mengandung unsur pornografi: Games, Internet, HP, TV, VCD, Komik, Majalah, dan lain-lain.

3. Yang pertama dibahas adalah GAMES . Games di abad ke-21, berdasarkan penelitian, gambar lebih realistis, pemain bisa memilih karakter apa saja, yang tidak ada di dunia nyata, ketrampilan lebih kompleks dan kecekatan yang lebih tinggi—> Kepuasan dan kecanduan lebih besar.

4. Jenis Games lebih beraneka macam. Aksi, adventure, strategi, role playing.
Note dari pembicara: SUPER HATI-HATI dengan GAMES anak-anak anda!
a. Ada games yang bergenre awal action, isinya adalah tembak-tembakan dan sebagainya, namun ternyata jika, anak kita sudah sampai level akhir, bonus di akhir levelnya adalah ML dengan pelacur jalanan…?????
b. Ada games yang berjenis role playing, dan naudzubillahimindzalik, ceritanya adalah tentang bagaimana “memperkosa paling asyik???????
Jadi tinggal pilih cerita yang melatarbelakangi, kemudian tinggal pilih perempuan model apa yg mau “dipilih”, modelnya nggak pake baju sama sekali, dan tinggal pilih bagian tubuh mana yang mau dipegang pertama kali dan seterusnya. Cursor berbentuk tangan, yang digerakkan oleh anak-anak kita. ——>Seisi ruangan seminar langsung heboh lagi. Gumaman Astagfirrullah bertebarann di ruangan.

5. Pikir baik-baik jika anda ingin membelikan games atau anak-anak anda beli games sendiri/meminjam games dari teman! Dan hati-hati , jika di depan sekolah anak-anak ada warnet! Jenis Games yang ada, murah dan gampang didapat, jenisnya sudah di luar perkiraan kita, orang tua!
Note dari pembicara: suami saya, yg orang IT dan doyan maen games pun, terkejut bukan kepalang, pas tahu soal jenis games ini!!:(

6. Internet. Situs Porno bertebaran di dunia maya. Dan, jangan salah, pembuatnya juga anak-anak kita juga! Bahkan untuk mendapatkan uang, mereka menjual video sex mereka sendiri!–> Pas seminar kami ditunjukkan ribuan video sex yg gampang diperoleh lewat internet.
*tambahan: mohon maaf bagi pengusaha warnet dan games, semoga bisa lebih selektif memilih isi games dan securitas di dalam warnet, sudahkan disediakan filter anti Pornografi? Sudahkah memblokir situs-situs porno? Jangan khawatir warnet kita tidak laku, khawatirlah ketika Allah memintai pertanggung jawaban kita di akhirat nanti akibat kita yang secara tidak langsung menyediakan sarana menuju pornografi dan membiarkannya berlangsung di tempat kita.

Note dari pembicara:
a. Siapa bilang ML harus telanjang dan harus di tempat tidur/hotel ? –>> kami ditunjukkan sekilas video ABG berseragam SMP, sedang ML di tangga dan berpakaian lengkap!
b. Hamil?siapa takkut!–> Bisa Aborsi !

7. HP. Hoho…Video-video sex tersebar melalui HP Kapasitas HP yang besar, memungkinkan sang pemilik memiliki file-file berukuran besar seperti video dan gambar porno. Anak anda CLEAN?–>Bisa jadi dia dapat kiriman gambar/video dari temennya!
Kasus: (yang pernah ditangani Ibu Elly). Ada seorang Ibu, yang datang ke beliau, shock karena menemukan gambar Vagina-seseorang di BBnya, yang ternyata setelah ditelusuri adalah kepunyaan temen sekolah (wanita) anaknya yang lelaki (yang suka minjem BB beliau!)…

8. Televisi . Program TV yang masih pantas diikuti, bisa dihitung dengan tangan. Lainnya adalah program pembodohan, hantu, kekerasan dan pornografi. Sinetron, telenovela, sinetron-sinetron Jepang/Korea, film, dan sebagainya.
Jangan salah, iklan pun juga menyesatkan. Ayoo jangan anggap enteng sinteron/film-film Korea/Jepang! Lama-lama anak anda terbrainwash, terbiasa dengan kekerasan, sex bebas!

9. KOMIK . Ya, komik memang bergambar kartun. Tapi soal cerita, nggak kalah dengan novel porno lainnya. Bahkan lebih mengerikan karena didukung dengan gambar. Gambar sampul depan, mungkin tidak menyiratkan satu kepornoan pun, tapi di dalamnya, kita orang tua harus tahu bahwa ceritanya ujung-ujungnya tentang sex bebas.

Note dari pembicara: Dari, survey yang telah dilakukan pembicara, salah satu judul games, komik, DVD yang masuk dalam kategori “BAHAYA” adalah NARUT*…semuanya yang berbau NARUT*, hati-hati!! WATCH OUT!!!! APA TUJUANNYA? APA YANG MEREKA INGINKAN TERHADAP ANAK-ANAK KITA?

1.Yang mereka inginkan, anak dan remaja kita memiliki MENTAL MODEL PORNO = perpustakaan porno, yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja.
2.Kerusakan otak permanen —> yang hasil akhir yang diinginkan adalah–>INCEST!!!
3.Sasaran tembak utama: Anak-anak kita yang belum baligh. Jika sudah mengalami 33-36 ejakulasi–> pecandu pornografi –>PASAR MASA DEPAN!!!
Proses Kecanduan dan Akibatnya.
1. Di dalam otak ada bagian yang disebut PRE FRONTAL CORTEX (PFC). PFC, tempat dibuatnya moral, nilai-nilai, bertanggung jawab untuk: perencanaan masa depan, organisasi, pengaturan emosi, kontrol diri, konsekuensi, pengambilan keputusan. PFC–> Matang di usia 25 tahun.
2. Sekali anak mencoba “kenikmatan” semu–>Dopamin (ket: suatu hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus) diproduksi –> Anak merasa senang–> Kemudian timbul rasa bersalah.
3. Saat anak merasa senang tersebut (kebanjiran Dopamin), maka yang akan terganggu adalah: Analisa, penilaian, pemahaman, pengambilan keputusan, makna hubungan, hati nurani—> spiritualitas/iman akan terkikis–> ANAK TUMBANG–> Mental Model Porno—>INCEST!!!!
4. Bagian otak yang rusak karena Narkoba: tiga bagian saja, tapi oleh pornografi/sex: lima bagian otak yang rusak!
5. Industri yang terlibat pornografi: entertainment, pornografi, perfilman, majalah porno, musik, jaringan TV kabel, pembuat dan pemasar video games, dan lain-lain.

SIAPKAH KITA SEBAGAI ORTU?

1. Kesalahan Budaya.
Yang mengasuh anak: IBU!! Ayah mencari Nafkah, bila perlu baru lapor Ayah!! SALAH BESAR!—> REVOLUSI PENGASUHAN!! ………… (Nyambung dengan artikel Pak Gendi, Where’s All The Father Gone? Kemana Para Ayah? Indonesia, A Fatherless Country???) Lihat fenomena Anak-Anak Jack Mania?–> Kemana AYAHmu nakkk? Kemana ibumu naak????
Note dari pembicara: Bukan main saya bersyukurnya saya, pas bagian ini. Syukur Alhamdullillah, saya berhasil “memaksa” suami saya untuk ikut seminar ini.

2. Kelalaian kita sebagai ortu: Orang Tua Kurang:

1. Mempunyai waktu dengan anak. Are u a weekend parent? Anak diikutkan les sana-sini. Pertanyaan orang tua ke anak hanya tentang lesmu gimana nak? Nilaimu berapa nak? Kamu nggak bolos kan? Kamu biasa ngerjain ujian kan hari ini?—> Anak-anak menjadi anak yang BLASTED (Boring– >Lazzy–> Stress!)
2. Mengajarkan agama dan penerapannya? —> Eksport! Merasa cukup menyekolahkan anak-anak di sekolah berbasis agama. Anak disuruh les ngaji/agama. Penerapan? NOL BESAR!! Menyuruh anak sholat tepat waktu, ortu? Bolong-bolong sholatnya? Ortu berbaju tertutup, anaknya maen ke mall hanya memakai rok mini/tanktop? Anak disuruh les ngaji? Ortunya ngaji aja nggak bisa!!!! dan sebagain
3. Target pengasuhan: UMUM, kurang teguh pada prinsip—>hanyut dalam TREND. Temen anak di sekolah pada punya IPOD, Anak buru-buru dibelikan—> malu dibilang nggak trendy? Malu anak punyanya HP jadul yang cuma bisa SMS/telp?–> dibelikan BB paling mutakhir.
4. Tanggap Teknologi dan Gagap Teknologi (Gaptek). Ortu bisanya memfasilitasi, tapi nol besar dengan pengetahuan mengenai perangkat yang dibelikan buat anak-anaknya. Buktinya: baca SMS alay saja nggak bisa!…gimana mau ngawasin anak?
Note dari pembicara: Jadi orangtua, harus “GAUL” dan PINTER !!! Siapa bilang jadi orangtua itu gampang?
5. Memberikan anak perangkat teknologi, tidak tahu akibat negatifnya, tanpa penjelasan dan tanpa persyaratan.

Note dr pembicara:
Orang Tua sekarang adalah Generasi ORTU yang ABAI…Generasi ORTU PINGSAN!! Yang penting anak sekolah, les, diam di rumah di depan Komputer, Games, HP, Televisi —> Yakin, Anak anda AMAN????
6. Berkomunikasi yang baik dan benar: tidak memahami perasaan anak dan remaja.

TIPS Membuat Anak Tangguh di Era Digital:
1. Hadirkan Allah/Tuhan di dalam diri anak. Ajarkan untuk selalu ingat Allah taat kepadaNYA dari kecil. Hindari: Jangan sampai kamu hamil ya, Bikin malu keluarga! Bapak / Ibu malu!!!—> Salah Besar. Ajarkan bahwa, di manapun dia berada, Allah tau apa yang dia perbuat!
2. Perbaiki pola pengasuhan/parenting. Libatkan kedua-belah pihak. Jangan jadi ortu yang abai bin pinplan.
3. Validasi anak: penerimaan, pengakuan dan pujian. Jangan jadikan anak anda, anak yang BLASTED! Boringg –> Lazzy –> Stressed!!
4. Mandiri dan Bertanggung jawab kepada ALLAH, diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
5. Memberikan fasilitas pada anak harus dengan landasan dan persyaratan agama yang jelas.
6. Mempunyai MODEL yang baik dan benar KOMIK:
• Cek bacaan anak
• Baca dulu sebelum membeli
• Secara berkala periksa meja belajar/ lemari/kolong tempat tidur .

Notes:
JANGAN SAMPAI KETAHUAN ANAK!!
• Kenalkan anak pada berbagai jenis bacaan
• Diskusikan bacaan dengan anak GAMES
• Perhatikan letak komputer/media video games di rumah
• Perhatikan jarak antara mata anak/ruang cukup pencahayaan, layar tidak terlalu terang
• Pilihkan meja dan kursi yang ergonomis
• Buat kesepakatan dengan anak tentang:
o Berapa dalam seminggu
o Kapan waktu yang tepat
o Games apa yang boleh dimainkan
o Sanksi apa yang diberlakukan, jika melanggar
• Dampingi anak dalam membeli games
(Maaf jika awal pesan kurang sopan. SENGAJA. Biar dibaca)

Ibu Profesional Ini Baru Keren

I wanna share one story here…

Namanya Ibu Septi Peni Wulandani. Kalau kalian search nama ini di google, kalian akan tahu bahwa Ibu ini dikenal sebagai Kartini masa kini. Bukan, dia bukan seorang pejuang emansipasi wanita yang mengejar kesetaraan gender lalala itu. Bukan.
Beliau seorang ibu rumah tangga profesional, penemu model hitung jaritmatika, juga seorang wanita yang amat peduli pada nasib ibu-ibu di Indonesia. Seorang wanita yang ingin mengajak wanita Indonesia kembali ke fitrahnya sebagai wanita seutuhnya. Dalam sesi itu, beliau bercerita kiprahnya sebagai ibu rumah tangga yang mendidik tiga anaknya dengan cara yang bahasa kerennya anti mainstream. It’s like I’m watching 3 Idiots. But this is not a film. This is a real story from Salatiga, Indonesia.
Semuanya berawal saat beliau memutuskan untuk menikah. Jika ada pepatah yang mengatakan bahwa pernikahan adalah peristiwa peradaban, untuk kisah Ibu Septi, pepatah itu tepat sekali. Di usianya yang masih 20 tahun, Ibu Septi sudah lulus dan mendapat SK sebagai PNS. Di saat yang bersamaan, beliau dilamar oleh seseorang. Beliau memilih untuk menikah, menerima lamaran tersebut. Namun sang calon suami mengajukan persyaratan: beliau ingin yang mendidik anak-anaknya kelak hanyalah ibu kandungnya. Artinya? Beliau ingin istrinya menjadi seorang ibu rumah tangga. Harapan untuk menjadi PNS itu pun pupus. Beliau tidak mengambilnya. Ibu Septi memilih menjadi ibu rumah tangga. Baru sampai cerita ini saja saya sudah gemeteran.
Akhirnya beliaupun menikah. Pernikahan yang unik. Sepasang suami istri ini sepakat untuk menutup semua gelar yang mereka dapat ketika kuliah. Aksi ini sempat diprotes oleh orang tua, bahkan di undangan pernikahan mereka pun tidak ada tambahan titel/ gelar di sebelah nama mereka. Keduanya sepakat bahwa setelah menikah mereka akan memulai kuliah di universitas kehidupan. Mereka akan belajar dari mana saja. Pasangan ini bahkan sering ikut berbagai kuliah umum di berbagai kampus untuk mencari ilmu. Gelar yang mereka kejar adalah gelar almarhum dan almarhumah. Subhanallah. Tentu saja tujuan mereka adalah khusnul khatimah. Sampai di sini, sudah kebayang kan bahwa pasangan ini akan mencipta keluarga yang keren?
Ya, keluarga ini makin keren ketika sudah ada anak-anak hadir melengkapi kehidupan keluarga. Dalam mendidik anak, Ibu Septi menceritakan salah satu prinsip dalam parenting adalah demokratis, merdekakan apa keinginan anak-anak. Begitupun untuk urusan sekolah. Orang tua sebaiknya memberikan alternatif terbaik lalu biarkan anak yang memilih. Ibu Septi memberikan beberapa pilihan sekolah untuk anaknya: mau sekolah favorit A? Sekolah alam? Sekolah bla bla bla. Atau tidak sekolah? Dan wow, anak-anaknya memilih untuk tidak sekolah. Tidak sekolah bukan berarti tidak mencari ilmu kan? Ibu Septi dan keluarga punya prinsip: Selama Allah dan Rasul tidak marah, berarti boleh. Yang diperintahkan Allah dan Rasul adalah agar manusia mencari ilmu. Mencari ilmu tidak melulu melalui sekolah kan? Uniknya, setiap anak harus punya project yang harus dijalani sejak usia 9 tahun. Dan hasilnya?
Enes, anak pertama. Ia begitu peduli terhadap lingkungan, punya banyak project peduli lingkungan, memperoleh penghargaan dari Ashoka, masuk koran berkali-kali. Saat ini usianya 17 tahun dan sedang menyelesaikan studi S1nya di Singapura. Ia kuliah setelah SMP, tanpa ijazah. Modal presentasi. Ia kuliah dengan biaya sendiri bermodal menjadi seorang financial analyst. Bla bla bla banyak lagi. Keren banget. Saat kuliah di tahun pertama ia sempat minta dibiayai orang tua, namun ia berjanji akan menggantinya dengan sebuah perusahaan. Subhanallah. Uang dari orang tuanya tidak ia gunakan, ia memilih menjual makanan door to door sambil mengajar anak-anak untuk membiayai kuliahnya.
Ara, anak ke-2. Ia sangat suka minum susu dan tidak bisa hidup tanpa susu. Karena itu, ia kemudian berternak sapi. Pada usianya yang masih 10 tahun, Ara sudah menjadi pebisnis sapi yang mengelola lebih dari 5000 sapi. Bisnisnya ini konon turut membangun suatu desa. WOW! Sepuluh tahun gue masih ngapain? Dan setelah kemarin kepo, Ara ternyata saat ini juga tengah kuliah di Singapura menyusul sang kakak.
Elan, si bungsu pecinta robot. Usianya masih amat belia. Ia menciptakan robot dari sampah. Ia percaya bahwa anak-anak Indonesia sebenarnya bisa membuat robotnya sendiri dan bisa menjadi kreatif. Saat ini, ia tengah mencari investor dan terus berkampanye untuk inovasi robotnya yang terbuat dari sampah. Keren!
Saya cuma menunduk, what I’ve done until my 20? :0 Banyak juga peserta yang lalu bertanya, “kenapa cuma 3, Bu?” hehe.
Dari cerita Ibu Septi sore itu, saya menyimpulkan beberapa rahasia kecil yang dimiliki keluarga ini, yaitu:
1. Anak-anak adalah jiwa yang merdeka, bersikap demokratis kepada mereka adalah suatu keniscayaan

2. Anak-anak sudah diajarkan tanggung jawab dan praktek nyata sejak kecil melalui project. Seperti yang saya bilang tadi, di usia 9 tahun, anak-anak Ibu Septi sudah diwajibkan untuk punya project yang wajib dilaksanakan. Mereka wajib presentasi kepada orang tua setiap minggu tentang project tersebut.

3. Meja makan adalah sarana untuk diskusi. Di sana mereka akan membicarakan tentang ‘kami’, tentang mereka saja, seperti sudah sukses apa? Mau sukses apa? Kesalahan apa yang dilakukan? Oh ya, keluarga ini juga punya prinsip, “kita boleh salah, yang tidak boleh itu adalah tidak belajar dari kesalahan tersebut”. Bahkan mereka punya waktu untuk merayakan kesalahan yang disebut dengan “false celebration”.

4. Rasulullah SAW sebagai role model. Kisah-kisah Rasul diulas. Pada usia sekian Rasul sudah bisa begini, maka di usia sekian berarti kita juga harus begitu. Karena alasan ini pula Enes memutuskan untuk kuliah di Singapura, ia ingin hijrah seperti yang dicontohkan Rasulullah. Ia ingin pergi ke suatu tempat di mana ia tidak dikenal sebagai anak dari orang tuanya yang memang sudah terkenal hebat.

5. Mempunyai vision board dan vision talk. Mereka punya gulungan mimpi yang dibawa ke mana-mana. Dalam setiap kesempatan bertemu dengan orang-orang hebat, mereka akan share mimpi-mimpi mereka. Prinsip mimpi: Dream it, share it, do it, grow it!

6. Selalu ditanamkan bahwa belajar itu untuk mencari ilmu, bukan untuk mencari nilai
7. Mereka punya prinsip harus jadi entrepreneur. Bahkan sang ayah pun keluar dari pekerjaannya di suatu bank dan membangun berbagai bisnis bersama keluarga. Apa yang ia dapat selama bekerja ia terapkan di bisnisnya.

8. Punya cara belajar yang unik. Selain belajar dengan cara home schooling di mana Ibu sebagai pendidik, belajar dari buku dan berbagai sumber, keluarga ini punya cara belajar yang disebut Nyantrik. Nyantrik adalah proses belajar hebat dengan orang hebat. Anak-anak akan datang ke perusahaan besar dan mengajukan diri menjadi karyawan magang. Jangan tanya magang jadi apa ya, mereka magang jadi apa aja. Ngepel, membersihkan kamar mandi, apapun. Mereka pun tidak meminta gaji. Yang penting, mereka diberi waktu 15 menit untuk berdiskusi dengan pemimpin perusahaan atau seorang yang ahli setiap hari selama magang.

9. Hal terpenting yang harus dibangun oleh sebuah keluarga adalah kesamaan visi antara suami dan istri. That’s why milih jodoh itu harus teliti. Hehe. Satu cinta belum tentu satu visi, tapi satu visi pasti satu cinta
10. Punya kurikulum yang keren, di mana fondasinya adalah iman, akhlak, adab, dan bicara.

11. Di-handle oleh ibu kandung sebagai pendidik utama. Ibu bertindak sebagai ibu, partner, teman, guru, semuanya.
Daaaan masih banyak lagi. Teman-teman yang tertarik bisa kepo twitter ibu @septipw 
Hhhhmmm. Gimana? Profesi ibu rumah tangga itu profesi yang keren banget bukan? Ia adalah kunci awal terbentuknya generasi brilian bangsa. Saya ingat cerita Ibu Septi di awal kondisi beliau menjadi ibu rumah tangga. Saat itu beliau iri melihat wanita sebayanya yang berpakaian rapi pergi ke kantor sedangkan beliau hanya mengenakan daster. Jadilah beliau mengubah style-nya. Jadi Ibu rumah tangga itu keren, jadi tampilannya juga harus keren, bahkan punya kartu nama dengan profesi paling mulia: housewife. So, masih zaman berpikiran bahwa ibu rumah tangga itu sebatas sumur, kasur, lalala yang haknya terinjak-injak dan melanggar HAM? Duh please,  housewife is the most presticious  career for a woman, right? Tapi semuanya tetap pilihan. Dan setiap pilihan punya konsekuensi  Jadi apapun kita, semoga tetap menjadi pendidik hebat untuk anak-anak generasi bangsa.
Setelah mengikuti sesi tersebut, saya menarik kesimpulan bahwa seminar kepemudaan tidak melulu bahas tentang organisasi, isu-isu negara, dan lain-lain yang biasa dibahas. Pemuda juga perlu belajar ilmu parenting untuk bekal dalam mendidik generasi penerus bangsa ini. Bukankah dari keluarga karakter anak itu terbentuk?

Semoga ada yang bisa diambil pelajaran.

Tegar Saat Yang Lain Terlempar. Ayahku Hebat

Pentingnya Sebuah Proses!
(Tegar Saat Yang Lain Terlempar)
Di Suatu Sore, Seorang Anak  Datang Kepada Ayahnya Yg Sedang Baca Koran… 

“Oh Ayah, Ayah”
“Ada Apa?”
“Aku Capek, Sangat Capek … Aku Capek Karena Aku Belajar Mati Matian Untuk Mendapat Nilai Bagus Sedang Temanku Bisa Dapat Nilai Bagus Dengan Menyontek… Aku Mau Menyontek Saja….!! Aku Capek. Sangat Capek…!!

Aku Capek Karena Aku Harus Terus Membantu Ibu Membersihkan Rumah, Sedang Temanku Punya Pembantu, Aku Ingin Kita Punya Pembantu Saja!
Aku Capek, Sangat Capek …

Aku Cape Karena Aku Harus Menabung, Sedang Temanku Bisa Terus Jajan Tanpa Harus Menabung!
Aku Ingin Jajan Terus!

Aku Capek, Sangat Capek Karena Aku Harus Menjaga Lisanku Untuk Tidak Menyakiti, Sedang Temanku Enak Saja Berbicara Sampai Aku Sakit Hati Dan Sakitnya disini (sambil nunjuk hati)

Aku Capek, Sangat Capek Karena Aku Harus Menjaga Sikapku Untuk Menghormati Teman Teman Ku, Sedang Teman Temanku Seenaknya Saja Bersikap Kepada Ku Dan Songong banget…!

Aku Capek Ayah, Aku Capek Menahan Diri… Aku Ingin Seperti Mereka… Mereka Terlihat Senang, Aku Ingin Bersikap Seperti Mereka Ayah ! ..”

Sang Anak Mulai Menangis…
Kemudian Sang Ayah Hanya Tersenyum  Dan Mengelus Kepala Anaknya Sambil Berkata..
” Anakku Ayo Ikut Ayah, Ayah Akan Menunjukkan Sesuatu Kepadamu”

Lalu Sang Ayah Menarik Tangan Sang Anak Kemudian Mereka Menyusuri Sebuah Jalan Yang Sangat Jelek, Banyak Duri, Serangga, Lumpur, Dan Ilalang rumput yang bergoyang…
Lalu Sang Anak Pun Mulai Mengeluh
” Ayah Mau Kemana Kita?? Aku Tidak Suka Jalan Ini, Lihat Sepatuku Jadi Kotor, Kakiku Luka Karena Tertusuk Duri. Badanku Dikelilingi Oleh Kecoa dan Serangga lainnya, Berjalanpun Susah Krn Ada Banyak Ilalang… Aku Benci Jalan Ini Ayah”

Sang Ayah Hanya Diam.
Sampai Akhirnya Mereka Sampai Pada Sebuah Telaga Yang Sangat Indah, Airnya Sangat Segar, Ada Banyak Kupu Kupu, Bunga Bunga Yang Cantik, Dan Pepohonan Yang Rindang…
“Wwaaaah… Tempat Apa Ini Ayah? Aku Suka! Aku Suka Tempat Ini!”

Sang Ayah Hanya Diam Dan Kemudian Duduk Di Bawah Pohon Yang Rindang Beralaskan Rerumputan Hijau.
“Kemarilah Anakku, Ayo Duduk Di Samping Ayah”
Ujar Sang Ayah, Lalu Sang Anak Pun Ikut Duduk Di Samping Ayahnya.
” lAnakku, Tahukah Kau Mengapa Di Sini Begitu Sepi? Padahal Tempat Ini Begitu Indah…?”
” Tidak Tahu Ayah, Memangnya Kenapa?”
” Itu Karena Orang Orang Tidak Mau Menyusuri Jalan Yang Jelek Tadi, Padahal Mereka Tau Ada Telaga Di Sini, Tetapi Mereka Tidak Bisa Bersabar Dalam Menyusuri Jalan Itu”
” Ooh… Berarti Kita Orang Yang Sabar Ya Yah? ”
” Nah, Akhirnya Kau Mengerti”
” Mengerti Apa? Aku Tidak Mengerti”

” Anakku, Butuh Kesabaran Dalam Belajar,
Butuh Kesabaran Dalam Bersikap Baik,
Butuh Kesabaran Dalam Kujujuran,
Butuh Kesabaran Dalam Setiap Kebaikan Agar Kita Mendapat Kemenangan, Seperti Jalan Yang Tadi…

Bukankah Kau Harus Sabar Saat Ada Duri Melukai Kakimu, Kau Harus Sabar Saat Lumpur Mengotori Sepatumu, Kau Harus Sabar Melawati Ilalang Dan Kau Pun Harus Sabar Saat Dikelilingi Serangga Kecoa…

Dan Akhirnya Semuanya Terbayar Kan? Ada Telaga Yang Sangatt Indah.. Seandainya Kau Tidak Sabar, Apa Yang Kau Dapat? Kau Tidak Akan Mendapat Apa Apa Anakku, Oleh Karena Itu Bersabarlah Anakku”

” Tapi Ayah, Tidak Mudah Untuk Bersabar ”
” Aku Tau, Oleh Karena Itu Ada Ayah Yang Menggenggam Tanganmu Agar Kau Tetap Kuat …

Begitu Pula Hidup, Ada Ayah Dan Ibu Yang Akan Terus Berada Di Sampingmu Agar Saat Kau Jatuh, Kami Bisa Mengangkatmu, Tapi… Ingatlah Anakku… Ayah Dan Ibu Tidak Selamanya Bisa Mengangkatmu Saat Kau Jatuh, Suatu Saat Nanti, Kau Harus Bisa Berdiri Sendiri… Maka Jangan Pernah Kau Gantungkan Hidupmu Pada Orang Lain.

Jadilah Dirimu Sendiri… Seorang Pemuda Yang Kuat, Yang Tetap Tabah Dan Teguh Karena Ia Tahu Ada Tuhan Besertanya, Maka Kau Akan Dapati Dirimu Tetap Berjalan Menyusuri Kehidupan Saat Yang Lain Memutuskan Untuk Berhenti Dan Pulang… Maka Kau Tau Akhirnya Kan?”

” Ya Ayah, Aku Tau.. Aku Akan Dapat Surga Yang Indah Yang Lebih Indah Dari Telaga Ini … Sekarang Aku Mengerti … Terima Kasih Ayah , Aku Akan Tegar Saat Yang Lain Terlempar ”
Sang Ayah Hanya Tersenyum Sambil Menatap Mata Anak Kesayangannya.

Jodoh Pasti Bertemu Siapkan Diri Dengan Pasangan Terbaik

JODOHMU ADALAH PASANGAN TERBAIK UNTUKMU
Yang terpenting dalam penantian jodoh adalah ‘Doa’
Berdoa minta dikaruniai suami yang shalih dan bertaqwa.
Dari awal pilihlah pasangan karena Allaah.. 
Lihatlah apakah Allah yang utama dlm hidupnya.. 
Menikahlah dgn orang yg bertaqwa. QS. An Nur: 26
Allah sangat murka dengan orang yang tertawa berlebihan kecuali sepasang kekasih halal yang bercanda ria tertawa bersama.

Setelah akad nikah, sunnah seorang istri mencium tangan suami, suami mencium kening istri dan memegang kepala istri dgn membaca doa ‘ ya Allaah, aku mohon kebaikan wanita ini dan kebaikan watak perangainya’ (HR Ibnu Majah)
Pesan Sayyidah Asma :
Jagalah hidung suami, jagalah mata suami, jagalah telinga suami.
  1. Jangan biarkan suami mencium bau kita kecuali keharuman dari diri kita dan rumah kita seperti bunga mawar
  2. Jangan biarkan suami melihat kita kecuali keindahan (fisik dan batin)
  3. Tersenyumlah dgn tulus kpd suami, maka akan ada penghormatan Allaah kepadanya ketika di padang Mahsyar kelak.
  4. Jangan biarkan suami mendengar suara kita kecuali tutur kata yang baik dan lembut.

Indahkan hatimu, maka akan indah tutur katamu.

Sering-seringlah berkata maaf, terima kasih dan memuji suami.
Pasangan merupakan pakaian. Tingkat pakaian ada 3 :
  1. Pakaian sebagai penutup aurat, menutup aib-aib suami
  2. Pakaian yang melindungi dengan sempurna, memberikan kenyamanan. Menjadi mantel pada saat musim dingin, menjadi pakaian tipis saat musim panas
  3. Pakaian yang membuat pasangan menjadi naik derajatnya, menjadi lebih mulia di mata Allah
  4. Pasangan bukan orang yang sempurna, tetapi dengan adanya kita, dia menjadi sempurna
  5. ‘Kebaikanmu menuju kebaikan suamimu’ 🙂

oleh Ustzh. Halimah Alaydrus

Peran Ayah

Festival Ibu Indonesia 2013,
talkshownya ttg Peran Ayah oleh Irwan Renaldi (trainer parenting keayahan).
 Menurut penelitian brsama KPK, sebagian besar koruptor ternyta pada usia 0-15 tahun ada masalah dgn ayahnya
 peran ayah justru lebih utama terutama pada usia 0-15 tahun. Namun bdasarkan pnelitian, sejak 40 tahun lalu, pemahaman ayah terhadap perannya trnyta sama, yaitu hnya sebatas nafkah saja.

 penerapan dan penegakan agama tonggaknya adalah ayah. Menjadi imam sholat, mengingatkan waktu sholat, mengajarkan mengaji, dll
 anak yang sukses adalah ketika usia psikologis nya lebih dari usia biologisnya, seprti pada masa rasulullah dahulu.
Peran ayah yg bisa dilakukan antara lain  :
– menjelaskan identitas seksualnya, menerangkan masalah pubertas.
– menjelaskan batasan aurat, tanda2 akil baligh pd anak laki2 trutama jg prempuan.
– mengajarkan kepedulian pada sesama, mengajak anak2 pada saat berbuka puasa untuk berbuka di tmpat org2 miskin
– memberikan pujian kepada anak. Jadi tdak hnya oleh ibu, tapi ayah. Ayahlah yg seharusnya jadi org prtama memuji anak prempuan sebelum teman lelakinya.
 kita berada pada masa perang pemikiran. ada sistem yg sengaja menjauhkan ayah dari peran utamanya. Membiarkan anak2 usia 0-15 tanpa guru2 laki2. Menjauhkan para ayah dengan rumah dan keluarganya.
Peran ayah dalam pengasuhan IS A MUST. bahkan amat lebih utama daripada peran mencari nafkah….!!

Fatherless, Dunia Tanpa Ayah

Apa enaknya yang dilakukan para ayah di setiap weekend? Cek email kantor? Cek milis? Twitter? Main futsal atau bersepeda? Lupakanlah sejenak urusan kantor dan hobi pribadi. Ada hal penting yang harus ditengok para ayah; anak-anak kita.
Jujur, masih banyak ayah yang masih hidup dengan pola klasik; anak adalah urusan ibunya. Ini serius. Banyak ayah yang berpikir dunia lelaki adalah pekerjaan dan hobi. Hari-hari kerja dihabiskan untuk bekerja, meningkatkan eksistensi diri di dunia karir, waktu senggang diisi untuk menuntaskan hobi.

Ada pria yang setiap kali pulang kantor tidak langsung pulang kandang, tapi mampir dulu ke tempat hobi. Hang out dengan kawan-kawan, atau menendang bola di lapangan futsal. Banyak orang yang hampir setiap malam menghabiskan waktu untuk itu.
Weekend?
Kalau tidak tidur sepanjang hari, ada juga yang menjajal stamina dengan bersepeda. Naik gunung, turun gunung, atau berkeliling kota. Kring, kring.
Lupakah kita bahwa ada buah hati di sekeliling kita? Anak-anak kita bukan robot yang tak butuh perhatian. Juga bukan mahluk yang hanya kenal ibunya. Mereka juga tahu siapa ayahnya. Dan anak-anak juga membutuhkan perhatian dari ayah mereka.
Para ayah, mengasuh anak bukanlah pekerjaan banci. Juga bukan berarti pria jadi lemah. Mengasuh anak adalah kewajiban yang Allah amanahkan kepada kedua orangtua; ayah dan ibu. Yang membuat anak-anak menjadi Yahudi, Nasrani, Majusi, atau ahli surga, bukan saja ibunya, tapi keduanya. Bukankah kita sudah sering mendengar pesan Nabi saw. berikut ini:
“Tidaklah setiap anak dilahirkan melainkan dalam keadaan fitrah, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi dan Nasrani. Seperti hewan melahirkan anaknya yang sempurna, apakah kalian melihat darinya buntung (pada telinga)?” (HR. Imam Bukhari).
Coba siapa yang disebut oleh Nabi dalam hadits di atas? Kedua orang tuanya; ayah dan bundanya.
Di AS, sudah banyak penelitian yang menyebutkan dampak buruk kepada anak akibat kurangnya peran dan perhatian ayah kepada mereka (fatherless). Mengerikan. Di antaranya bisa disimak di bawah ini:
63% of youth suicides are from fatherless homes (US Dept. Of Health/Census) – 5 times the average.
90% of all homeless and runaway children are from fatherless homes – 32 times the average.
85% of all children who show behavior disorders come from fatherless homes – 20 times the average.  (Center for Disease Control)
80% of rapists with anger problems come from fatherless homes –14 times the average.  (Justice & Behavior, Vol 14, p. 403-26)
71% of all high school dropouts come from fatherless homes – 9 times the average.  (National Principals Association Report)
Anda merasa ngeri? Harus. So, luangkanlah waktu untuk berkumpul dengan buah hati kita. singkirkan ego kita. Lihat dan bercandalah dengan mereka. Didik mereka agar menjadi insan bertakwa yang cinta kepada Allah dan kedua orang tuanya. Saya percaya bila setiap ayah mau terlibat dalam mengedukasi anak-anak mereka, kita bisa mengurangi resiko anak-anak bermasalah di negeri ini.
Sumber : http://www.iwanjanuar.com/bahaya-fatherless

Ayahku Hebat

To: Single men
Married men
A father
Father-to-be…

“Statistik membuktikan bahwa orang-orang yang kehilangan kasih sayang dari ayahnya, akan tumbuh dengan kelainan perilaku, kecenderungan bunuh diri, dan menjadi kriminal yang kejam.

Sekitar 70 % dari penghuni penjara dengan hukuman seumur hidup adalah orang-orang yang bertumbuh tanpa ayah.

Para ayah….

Anda dirindukan dan dibutuhkan oleh anak² Anda.

Jangan habiskan seluruh energi dan pikiran di tempat kerja, sehingga waktu tiba di rumah para ayah hanya memberikan ”sisa-sisa” energi dan duduk menonton TV.

Peluk anak² Anda, dengarkan cerita mereka, ajarkan kebenaran & moral.

Dan Anda tidak akan menyesal……
karena anak-anak Anda akan hidup sesuai jalan yang Anda ajarkan dan persiapkan.

Ayah yang sukses bukanlah pria paling kaya atau paling tinggi jabatannya di perusahaan atau lembaga pemerintahan, tetapi seorang pria yang anak lakinya berkata:

“Aku mau menjadi seperti ayahku nanti”
atau anak perempuannya berkata:
“Aku mau punya seorang suami yang seperti ayahku”

Seorang ayah lebih berharga daripada 100 orang guru di sekolah.

Pasangan Dalam Alquran

Tebak dengan benar pertanyaan di bawah ini: Isilah titik-titik di bawah ini (mohon dijawab dengan jujur di dalam hati kita masing-masing.. ^_^):
1. Allah menciptakan TERTAWA dan …
2. Allah itu MEMATIKAN dan …
3. Allah menciptakan LAKI-LAKI dan …
4. Allah memberikan KEKAYAAN dan ……

Mayoritas kita , akan menjawab:
1. MENANGIS.
2. MENGHIDUPKAN.
3. PEREMPUAN
4. KEMISKINAN.
Yakin jawaban itu benar? Untuk mengetahui apakah jawaban di atas itu benar atau tidak, mari kita cocokkan jawaban tersebut dengan rangkaian firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat An-Najm (53), ayat: 43-45, dan 48, sebagai berikut:
وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى
“dan Dia-lah yang menjadikan orang TERTAWA dan MENANGIS.” (QS. 53:43).
وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا
“dan Dia-lah yang MEMATIKAN dan MENGHIDUPKAN.” (QS. 53:44).
وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنثَى
“dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan LAKI-LAKI dan PEREMPUAN. ” (QS. 53:45).
وَأَنَّهُ هُوَ أَغْنَى وَأَقْنَى
“dan Dia-lah yang memberikan KEKAYAAN dan KECUKUPAN.” (QS. 53:48).
Ternyata jawaban kita umumnya BENAR hanya pada no. 1-3. Tapi,
jawaban kita untuk no. 4 (kalau mau jujur) umumnya SALAH.
Jawaban versi Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an bukan KEMISKINAN, tapi KECUKUPAN..
Masya Allah..!!!

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala hanya memberi KEKAYAAN dan KECUKUPAN kepada hamba-Nya.
Dan yang “menciptakan” KEMISKINAN adalah diri kita sendiri. Hal ini bisa karena ketidakadilan ekonomi, malas, bisa juga karena kemiskinan itu kita bentuk di dalam pola pikir kita sendiri. Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang senantiasa bersyukur walaupun hidup pas-pasan ia akan tetap tersenyum dan merasa CUKUP. Jadi, marilah kita bangun rasa KECUKUPAN di dalam hati dan pikiran kita, agar kita menjadi hamba-Nya yang selalu BERSYUKUR.

Menjadi Orang Tua yang Lebih Bijak

Resensi Talkshow Parenting
“Refleksi Hijrah : Menjadi Orangtua yang Lebih Bijak”
Ada beberapa poin penting yang beliau bahas pada pertemuan itu :
✔Jadilah suami istri yang kompak dalam menjalankan tugas menjadi orangtua. Bukan aliran Sumatra atau Jawa yang kita pakai dalam menjalankan fungsi sebagai orangtua, jadikanlah Islam sebagai gaya hidup dan panduan

Continue reading Menjadi Orang Tua yang Lebih Bijak

Tentang Wanita Muslimah

  1. Wanita adalah belahan separo (yang sama) dengan pria. (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
  2. Jihadnya kaum wanita ialah haji dan umroh. (HR. Ahmad)
  3. Diperlihatkan kepadaku neraka kebanyakan penghuninya kaum wanita karena kekufuran mereka. Para sahabat bertanya, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Nabi Saw menjawab, “Mereka mengkufuri pergaulan dan kebajikan (kebaikan). Apabila kamu berbuat ihsan kepada seorang dari mereka sepanjang umur lalu dia mengalami sesuatu yang tidak menyenangkannya dia akan berkata, “Kamu belum pernah berbuat baik kepadaku.” (HR. Bukhari)
  4. Wahai kaum wanita, aku tidak melihat dari suatu kaum (orang-orang) yang lemah akal (pemikiran) dan lemah agama lebih menghilangkan hati orang-orang yang sehat akal dan benaknya dari pada kamu (kaum wanita). Aku telah menyaksikan neraka yang penghuninya paling banyak kaum wanita. Maka dekatkanlah dirimu kepada Allah sedapat mungkin. (HR. Bukhari)
  5. Apabila seorang dari kamu tertarik melihat seorang perempuan dan terkesan dalam hatinya, maka hendaklah menggauli isterinya sendiri karena hal itu akan meredam gejolak dan gangguan dalam dirinya. (HR. Muslim)
  6. Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan perempuan (bukan mahram) karena yang ketiganya adalah syetan. (HR. Abu Dawud)
  7. Barangsiapa berjabatan tangan dengan perempuan yang bukan mahramnya maka dia dimurkai Allah Azza wajalla. (HR.Ibnu Baabawih)
  8. Janganlah laki-laki berduaan dengan perempuan (lain) kecuali perempuan itu didampingi mahramnya, dan janganlah seorang perempuan melakukan perjalanan (musafir) kecuali didampingi mahramnya. (HR. Muslim)
  9. Rasulullah Saw melarang kami memasuki rumah wanita yang suaminya sedang tidak ada di rumah (sedang ke luar atau bepergian). (HR. Ahmad)
  10. Janganlah seorang lelaki bermalam di rumah seorang janda kecuali sudah dinikahinya atau dia mahramnya. (HR. Muslim)
  11. Seorang wanita yang memakai minyak wangi lalu lewat di tengah-tengah kaum (laki-laki) dengan maksud agar mereka menghirup bau harumnya maka wanita itu adalah pelacur. (HR. An-Nasaa’i)
  12. Tiada aku meninggalkan suatu fitnah sesudahku lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada godaan wanita. (HR. Bukhari dan Muslim)
  13. Tiap menjelang pagi hari dua malaikat berseru: “Celaka laki-laki dari godaan wanita dan celaka wanita dari godaan laki-laki.” (HR. Ibnu Majah dan Al Hakim)
  14. Wanita adalah alat perangkap (penjaring) setan. (HR. Asysyihaab).

Sumber:  1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) – Dr. Muhammad Faiz Almath – Gema Insani Press