Tag Archives: Taubat

Jauhi Hidup Seperti “Ember Bocor”

By Jamil Azzaini

Setiap moment Training Bootcamp & Contest (TBnC) saya selalu mendapat banyak hal, salah satunya ilmu dari peserta. Para peserta adalah trainer dengan berbagai penguasaan tema yang berbeda. Ada yang mahir membawakan materi bertema bisnis, spiritual, online, pengembangan diri, management, leadership, MLM, kesehatan dan lain sebagainya.

Di TBnC Angkatan 14 (10-13 Desember 2015) saya juga memperoleh banyak ilmu. Salah satunya dari Hari Sanusi, trainer dari MQ – DT Jakarta. Ilmunya tentang ember bocor. Beliau mengibaratkan hidup itu seperti ember. Mengapa ember bila diisi air tak penuh-penuh? Jawabnya karena embernya bocor. Continue reading Jauhi Hidup Seperti “Ember Bocor”

Kembalilah dan Taubat Kembali

Sahabat,
Dia lebih mencintai dari seseorang dengan dirinya sendiri
Dia tidak pernah melupakan tiap pribadi
Senantiasa membuka pintu untuk kembali

Pejamkan mata, tundukan kepala ke dada
Ikhlas … dan melangkah satu langkah kebaikan
Dia ada dihadapan dengan kelembutan kasih sayangNya

Segelap apapun masa lalu,
segila apapun kelupaan,
sejauh apapun ketersesatan,

Berdoalah : Ya Robbana, ampuni kami dan saudara-saudara kami yang mendahului kami dalam iman dan bersihkan hati kami dari dengki kepada saudara-saudara kami, Engkaulah Roufurrahim

Orang yang Beruntung dan Dicintai Allah

Sahabat,
Hal yang paling indah adalah menyadari bahwa anugerah terbesar
adalah kesadaran untuk kembali kepada Alloh

‘Bertaubatlah kalian kepada Alloh, wahai orang yang beriman agar kalian beruntung’ 24:31
Dan ‘Alloh mencintai orang yang bertaubat dan orang yang menyucikan diri’ 2:22
Duhai Nabi Alloh saw. Engkau bersabda ‘Aku memohon ampunan kepada Allah sebanyak 100 kali sehari’
Nastaghfirullahalazhim wa natuubu ilaih.www.harisanusi.com

Kata Bijak Imam Al Ghozali

Yang singkat adalah waktu,
yang menipu adalah dunia,
yang dekat adalah kematian,
yang berat adalah amanah,
yang jauh adalah masa lalu,
yang besar adalah hawa nafsu,
yang membakar amal adalah ghibah,

yang tajam/mendorong ke neraka adalah lidah,
yang berharga adalah iman,
yang ditunggu Allah adalah taubat.
yang ringan adalah meninggalkan shalat,
yang sulit adalah ikhlas,
yang mudah adalah berbuat dosa,
yang susah adalah sabar,
yang sering terlupa adalah bersyukur
~ Imam Al Gozali ~

Ketika Imam Syafi’i Menangis Ditanya Zina

Satu saat Asy Syafi’i ditanya
mengapa hukuman bagi pezina sedemikian beratnya?

wajah asy Syafi’ memerah, pipinya rona delima
“karena”, jawabnya dengan mata menyala
“zina adalah dosa yang bala’ akibatnya mengenai semesta
keluarganya, tetangganya, keturunannya
hingga tikus di rumahnya dan semut di liangnya”

***
ia ditanya lagi
dan mengapa tentang pelaksanaan hukuman itu?

Allah berkata,
“Dan janganlah rasa ibamu pada mereka menghalangimu untuk menegakkan agama!”

***
asy Syafi’i terdiam
ia menunduk, ia menangis
setelah sesak sesaat, ia berkata

“karena zina seringkali datang dari cinta
dan cinta selalu membuat kita iba
dan syaithan datang untuk membuat kita lebih mengasihi manusia
daripada mencintaiNya”

***
ia ditanya lagi
dan mengapa, Allah berfirman pula
“Dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka
disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”

bukankah untuk pembunuh, si murtad, pencuri
Allah tak pernah mensyaratkan menjadikannya tontonan?

***
janggut Asy Syafi’i telah basah
bahunya terguncang-guncang

“agar menjadi pelajaran”
ia terisak

“agar menjadi pelajaran”
ia tersedu

“agar menjadi pelajaran”
ia tergugu

***
lalu ia bangkit dari duduknya
matanya kembali menyala

“karena ketahuilah oleh kalian..
sesungguhnya zina adalah hutang
hutang, sungguh hutang..
dan.. salah seorang dalam nasab pelakunya
pasti harus membayarnya!”

***
kutulis dengan menangis, semoga menjadi pengingat yang terwaris

Ikhlaslah dalam Taubat

Sahabat yang baik,
Taubat yang benar akan menghapus dosa dan kesalahan masa lalu
Benarnya taubat … Membutuhkan keikhlasan dan pengorbanan

Menyatukan iman di hati dengan pikiran yang benar Untuk melangkah di jalan dan tindakan yang benar

Semoga ditolong Allloh, jujur dan ikhlas dalam taubat.
Mari perbanyak beristighfar, minimal 70 kali sehari

Berdoalah : kami memohon ampunanmu Ya Alloh dan kami bertaubat kepadaMu. Tiada Tuhan selain Engkau.