Tag Archives: Tawakal

Apakah Anda Tawakal ?

… dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” … (QS Al-Ma’idah, 5:23)

 Dalam ayat ini, Allah Ta’ala menjadikan tawakal sebagai syarat keimanan. Maka, indikasi lenyapnya keimanan adalah hilangnya tawakal. 
Dia pun berfirman, “Berkata Musa, ‘Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, bertawakallah kepada-Nya semata, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri” … (QS Yunus, 10:84) 

 Maka, benarnya keislaman seorang hamba adalah dengan adanya tawakal. Semakin kuat tawakalnya, semakin kuat pula imannya. 
Dan, semakin lemah imannya, semakin lemah pula tawakalnya. Apabila tawakalnya lemah, sudah pasti keimanannya pun lemah … (Ibnul Qayyim Al-Jauziyah) @ Thariq Al-Hijratain. 
Bagaimanakah ciri orang yang tawakal? “Dia bagaikan anak kecil yang tidak mengetahui siapapun yang dapat melindunginya selain sang ibu. Begitu pula orang yang bertawakal. Dia tidak mengetahui sesuatu yang dapat melindunginya selain Rabb-nya” … (Ibnul Qayyim Al-Jauziyah)  @ Madarij As-Salikin.

Doa Tawakal

Dari Ibnu Abbas ra, “Hasbunallah wani’mal Wakilkalimat yang dibaca oleh Nabi Ibrahim as ketika dilempar ke dalam ap, dan juga telah dibaca oleh Nabi Muhammad SAW ketika diprovokasi oleh orang kafir, supaya takut kepada mereka ; ‘sesungguhnya manusia telah mengumpulkan segala kekuatannya untuk menghancurkan kalian, maka takutlah kamu dan janganlah melawan, tapi orang-orang beriman bertambah imannya dan membaca, Hasbunallah wa ni’mal Wakil (cukuplah Allah yang mencukupi kami dan cukuplah Allah sebagai tempat kami bertawakal.”(HR. Bukhari)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ  قَالَهَا إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام حِينَ أُلْقِيَ فِي النَّارِ  وَقَالَهَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ قَالُوا  إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ                                     رواه البخاري

Burung Tawakkal

Dikisahkan tentang Syaqiq Al-Karkhi bersama kawan karibnya Ibrahim bin Adham. Syaqiq yang merupakan seorang ahli ibadah dan zuhud berpamitan kepada Ibrahim bin Adham untuk perjalanan dagang yang cukup jauh dan lama. Namun baru beberapa hari, ia telah kembali sehingga Ibrahim heran dan bertanya tentang alasannya kembali dengan cepat sebelum menyelesaikan urusannya.
Syaqiq bercerita bahwa ketika ia sedang beristirahat di perjalanan dan memasuki tempat buang hajat ia melihat seekor burung yang buta dan lemah tak dapat terbang. Timbullah rasa iba pada dirinya sambil bergumam: “Dari mana burung ini akan mendapat makanan?” Tak lama berselang datanglah seekor burung membawa makanan dan memeberikannya kepada burung yang lemah tak beradaya itu. Hal ini diperhatikan oleh Syaqiq selama beberapa hari. Akhirnya Syaqiq berkata: “Sesungguhnya yang telah memberi rizki kepada burung butuh tak berdaya ini pasti mampu memberi rizki kepadaku.” Lalu ia memutuskan untuk kembali dan membatalkan perdagangannya.

Di sinilah Ibrahim bin Adham berkata: “Subhanallah Wahai Syaqiq! Mengapa engkau rela hanya menjadi burung yang buta dan lemah yang menanti bantuan burung lain? Mengapa engkau tidak ingin menjadi burung yang berusaha mencari makan dan kembali dengan bantuan untuk saudaranya yang lemah. Tidakkah engkau tahu bahwa Rasulullah saw bersabda:

((اَلْيَدُالْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِالسُّفْلَى))
“Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.” Hadits shahih muttafaq alaih dari Ibnu Umar dan Hakim bin Hizam radhiyallahu ‘anhum.
Syaqiq mencium tangan Ibrahim bin Adham lalu berkata: “Engkau guru kami wahai Abu Ishaq.”

Jaminan Bagi Orang yang Tawakkal

Orang yang bertawakkal berarti mendapat hidayah (petunjuk), kifayah (pencukupan), dan wiqayah (perlindungan)


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِوَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا خَرَجَالرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَبِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَىاللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ قَالَ: يُقَالُ حِينَئِذٍ هُدِيْتَ وَكُفِيْتَ وَوُقِيْتَ فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ فَيَقُولُلَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ كَيْفَ لَكَبِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَوَوُقِيَ (رواه أبو داود)
Dari Anas bin Malik ra bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: “Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca (doa, yang artinya): Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan upaya selain dengan Allah swt.. maka dikatakan kepadanya: Engkau telah mendapat petunjuk, dicukupi dan dilindungi, lalu syetan pun menyingkir darinya. Setan berkata (kepada kawannya): Bagaimana (engkau bisa memperdaya) seseorang yang telah diberi petunjuk, dicukupi dan dilindungi? (HR. Abu Dawud).
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” At-Thalaq:3.

Tawakal Pintu Keajaiban Rezeki

لو أنكم توكَّلون على اللّه حق توكله لَرزقكم كما يرزق الطير؛ تغدو خِماصًا وتعود بِطاناً


Dari Umar bin Al Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kalian betul-betul bertawakal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” 
(HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al Hakim. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 310)